Sepanjang 2019, Kudus Zero Leptospirosis

Kesehatan  KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 13:29:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Sepanjang 2019, Kudus Zero Leptospirosis
RMOLJateng. Memasuki musim hujan tahun ini, penyakit leptospirosis menjadi salah satu ancaman yang perlu di waspadai warga.

Meski begitu, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengklaim jika Kota Kretek bukanlah daerah endemis leptospirosis. Hal ini dipertegas dengan catatan zero kasus leptospirosis selama 2019.
"Dari Januari hingga November Kudus zero leptospirosis," kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) DKK Kudus Nuryanto, Kamis (5/12).

Angka ini tergolong turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai satu kasus. Berdasarkan catatan DKK Kudus pada 2018, kasus leptospirosis menimpa seorang pegawai jasa transportasi yang bekerja di Kabupaten Demak.

Dari hasil penyelidikan epidemiologis menunjukkan kasus leptospirosis itu sebenarnya terjadi di Kabupaten Demak.

Tepatnya berasal dari lingkungan kerja korban yang tidak memiliki sanitasi yang baik dan banyak ditemukan binatang pengerat.

Hanya saja, korban bermukim dan berobat di pelayanan kesehatan di Kudus. Sehingga rekam catatan kasus penyakit leptospirosisnya masuk di Kabupaten Kudus.
"Ya lagi-lagi karena kita bukan daerah endemis. Makanya kasusnya sangat jarang," tegasnya.

Seperti diketahui, penyakit leptospirosis atau yang lebih dikenal dengan penyakit kencing tikus ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang hidup dan berkembang biak di dalam ginjal tikus.

Dalam perjalanan penyakitnya, bakteri ini menginfeksi manusia melalui luka terbuka atau makanan yang terkontaminasi dengan kencing tikus.
Banyaknya genangan yang terjadi saat musim hujan, berpotensi menjadi media transmisi penyakit kencing tikus.

Utamanya, genangan di kawasan persawahan dan bantaran sungai yang banyak dijadikan sebagai tempat perkembangbiakan tikus.
Penyakit yang menyerang organ hati dan ginjal ini memiliki gejala demam tinggi hingga mencapai 40 derajat celcius. Disertai dengan menggigil, nyeri, mual - muntah dan sakit kepala.

"Gejalanya memang tidak cukup spesifik. Untuk itu diagnosanya harus ditunjang dengan uji urin dan darah," pungkasnya.[dit]
 

Komentar Pembaca
Melihat Aktivitas Bongkar Muat Kapal Laut

Melihat Aktivitas Bongkar Muat Kapal Laut

SABTU, 23 NOVEMBER 2019 , 09:51:00

Festival Kampung Gunung Telomoyo Magelang

Festival Kampung Gunung Telomoyo Magelang

JUM'AT, 29 NOVEMBER 2019 , 10:02:00

Lukisan Mural Rumah Peribadatan

Lukisan Mural Rumah Peribadatan

RABU, 27 NOVEMBER 2019 , 17:15:00