Ditemukan Prasasti Watu Lawang Di Desa Tajuk, Bukti Gunung Merbabu Sebagai Pusat Belajar Sastra Masa Lampau

Nusantara  SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 13:07:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Ditemukan Prasasti Watu Lawang Di Desa Tajuk, Bukti Gunung Merbabu Sebagai Pusat Belajar Sastra Masa Lampau
RMOLJateng. Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Semarang terus meneliti keberadaan penemuan Prasasti Watu Lawang yang terletak di Desa Tajuk, Kabupaten Semarang.

Ketua TACB, Tri Subekso, mengatakan penemuan prasasti yang berasal dari akhir periode Jawa Kuno ini sungguh menarik.

Alasannya, apabila disandingkan dengan keberadaan naskah Merapi-Merbabu yang sekarang tersimpan di Perpustakaan Nasional Jakarta dan Eropa, prasasti ini akan memberikan gambaran yang lebih utuh tentang akhir masa Jawa Kuno.

Subekso meyakini keberadaan prasasti tersebut berkaitan dengan gerakan literasi keagamaan dan kehidupan pertapaan pada masa itu.

Menurutnya, keberadaan prasasti ini tidak berdiri sendiri, namun menjadi bagian dari lingkungan pertapaan pada masa itu.

"Awalnya, inskripsi angka tahun terbaca 1343. Namun setelah diteliti lebih jauh terlihat ada bagian angka yang kemarin tidak kelihatan karena sangat tipis. Sehingga akhirnya terbaca angka 1353. Angka tersebut dituliskan menggunakan aksara jawa kuno dengan gaya khas Merapi-Merbabu," kata Subekso, Senin (2/12).

Subekso menerangkan, batu utama prasasti berukuran panjang 176 cm, lebar 97 cm, dan tebal 31 cm. Batu lainnya yang letaknya terpisah sekitar 2,3 m berukuran panjang 140 cm, lebar 73 cm, dan tebal 34 cm dan terindikasi ada goresan tangan manusia yang membentuk pola tertentu.

"Kecenderungan arkeologis inilah yang sedang kami dalami," tegas dia.

Lebih jauh, Subekso menjelaskan bahwa dalam Naskah Bujangga Manik abad ke-15 mengidentifikasikan Merbabu sebagai salah satu pusat studi di Jawa Kuno.

"Menurut hasil penelitian Ninie Susanti dari Departemen Arkeologi UI, kawasan Merbabu merupakan pusat keagamaan, ditandai dengan adanya skriptoria untuk memproduksi naskah-naskah kuno keagamaan," paparnya.

Bagi Subekso, fakta tersebut sangat penting dalam bingkai sejarah kesusastraan Jawa karena menghasilkan karya sastra yang utama sebagaimana dapat dijumpai pada prasasti dan naskah yang dihasilkan oleh para agamawan di wilayah itu.

Disinggung mengenai lokasi penemuan, Prasasti Watu Lawang ini terletak di Desa Tajuk yang merupakan bagian sisi utara Gunung Merbabu.

Menurut Subekso, pada kolofon naskah Merapi Merbabu disebutkan adanya lokasi pada lereng utara yaitu Sunyatara, Saranti dan lembah Tajuk.

Pada masa itu terdapat juga sebuah desa bernama Sumandha/ Sumadha  dengan nama penulis Ki Tan Gingsir, karyanya berupa primbon, tutur atau nasehat, dan suluk yang ditulis pada tahun 1641.

"Sehingga besar kemungkinan, prasasti Watu Lawang di Tajuk ini berhubungan erat dengan kehidupan sastra-ajar para pujangga dan pertapa yang turut menghasilkan karya naskah Merapi-Merbabu, utamanya yang berada di sisi utara Gunung Merbabu," pungkasnya. [jie]





Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00