Populerkan Gaya Semarangan, Sanggar Greget Bawa Penyajian Ke Taman Budaya Jawa Tengah

Lifestyle  SELASA, 26 NOVEMBER 2019 , 14:49:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Populerkan Gaya Semarangan, Sanggar Greget Bawa Penyajian Ke Taman Budaya Jawa Tengah
RMOLJateng. Berniat terus mengembangkan gaya Semarangan dalam kesenian tari di seluruh Jawa Tengah, Sanggar Greget Semarang menghelat Pentas Penyajian Tari di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT).

Pengasuh Sanggar Greget, Yoyok Bambang Priyambodo, mengatakan dalam gelar penyajian tersebut pihaknya membawa gerak-gerak tari khas Semarangan ke Taman Budaya Jawa Tengah.

"Kami membawa tari dengan gaya khas Semarangan ke Solo akhir pekan kemarin. Artinya kami membawa juga local wisdom Semarang ke dalam sebuah bentuk koreo tari," kata Yoyok, Selasa (26/11).

Menurut dia, banyak sekali gerak tari gaya Semarangan memang terinspirasi dari berbagai kekayaan khasanah budaya di Semarang. Bukan hanya itu, bahkan kekayaan kontur alam Semarang juga turut menginspirasi Yoyok dalam membuat koreo tari.

Yoyok menyebutkan beberapa contoh gerak seperti Ujal Jala, Ngamplang, Sido Mentul sebagai sebuah gerak tari yang terinspirasi dari alam dan kebudayaan di Semarang.

"Semarang sebagai pesisir yang memiliki pantai, maka ada gerak tari yang mengikuti alunan ombak. Kadang mengalun pelan, kadang menghentak. Unjal Jala juga termasuk salah satu gerak bagaimana nelayan menebar jala. Termasuk kontur dataran tinggi dan menanjak di Semarang juga menginspirasi gerak tari," papar dia.

Yoyok menajamkan pendapatnya tersebut dengan contoh karya Ki Narto Sabdo yang memang pernah membuat karya gending iringan tari dengan mengambil khasanah budaya yang ada di Semarang.

Dia menilai, langkah yang dia lakukan ini merupakan upaya untuk pelestarian budaya dan kesenian tari di Semarang yang selalu dinamis.

Terdapat 16 karya tari Yoyok Priyambodo yang dibawakan oleh sekitar 200 penari dari berbagai sanggar tari diantaranya, Karanganyar, Blitar, Wonosobo, dan Surakarta.

Selain penyajian 16 karya tari, Yoyok Priyambodo juga menyajikan Langen Mataya Munjung Leluhur bersama beberapa penari senior di Surakarta.

Sebelumnya, ratusan penari di Jateng juga mengikuti workshop tari Denok Deblong karya Yoyok Priyambodo. Rencananya tari tersebut akan dilombakan pada Festival Tari Gaya Semarangan tahun 2020. [jie]





Komentar Pembaca
Peringatan Hari AIDS Sedunia Di Semarang

Peringatan Hari AIDS Sedunia Di Semarang

MINGGU, 01 DESEMBER 2019 , 09:13:00

Pameran Lukisan Karya Para Difabel

Pameran Lukisan Karya Para Difabel

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 16:53:00

Murdoko, Mantan Ketua DPRD Jateng Daftar Bakal Calon Bupati Kendal