Peran Guru Belum Berganti Di Dunia Pendidikan

Opini  SABTU, 23 NOVEMBER 2019 , 14:23:00 WIB

Peran Guru Belum Berganti Di Dunia Pendidikan

Ilustrasi/net

GURU masih pendidik dan belum  berganti peran. Pada tahun 2019 ini sudah banyak kasus mengenai kekerasan dalam dunia pendidikan dan sering kita dengan dalam beberapa bulan ini.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Komisi perlindungan Anak Indonesia(KPAI)  mencatat ada 127 kasus mengenai kekerasan dalam dunia pendidikan, kasus tersebut terhitung sejak bulan januari sampai oktober 2019(Tempo.co, 30/10/2019).

Komisi perlindungan Anak Indonesia(KPAI) ini merupakan sebuah lembaga independen Indonesia yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam rangka meningkatkan efektifitas penyelenggaraan perlindungan anak.
 
Dengan 127  kasus tersebut ada berbagai macam kasus didalamnya yaitu kasus kekerasan seksual dan kasus kekerasan fisik yang dialami oleh guru dan Peserta didik, kasus kekerasan seksual ini terjadi di jenjang SD, SMP dan SMA dalam kasus kekerasan yang dimana guru menjadi korbanya KPAI mencatat ada 4 kasus.

Satu kasus yang terjadi didaerah Sampang, Madura Jawa timur Siswa di Madura aniaya guru Kesenian hingga tewas” apa yang sedang terjadi dengan pendidikan kita? Apakah peran guru sudah berganti,atau peran guru sudah berubah seperti teman sebaya atau tidak ada harganya? guru tetaplah pendidik dan itu belum berganti peran.
 
Kasus  mengenai penganiayaan terhadap guru oleh siswa, ini terjadi  saat kegiatan  belajar mengajar berlangsung saat disekolah pada hari kamis (1/2/2018) pada pukul 13:00 kasus ini terjadi.

Awalnya, sang guru sedang mengajar mata pelajaran Seni Rupa di kelas XII pada jam pelajaran terakhir, dengan materi seni lukis. Setiap siswa diberikan tugas untuk melukis, termasuk MH (pelaku).  

Namun, MH tidak mendengarkan penugasan yang diberikan korban dengan serius. Dia malah mengganggu teman-temannya, dengan mencoret-coret lukisan milik teman. Korban kemudian menegur MH.  

Bukannya bersikap tertib dan meminta maaf, MH malah terus-terusan menjahili teman-temannya. Korban lalu mencoret pipi MH dengan cat lukis.
 
"MH malah semakin berang dan tidak terima. MH memukul Budi kemudian dilerai oleh siswa dan para guru," ucap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera berdasarkan keterangan saksi.
 
Seusai dilerai, Budi sempat dibawa ke ruang guru untuk dimintai penjelasannya terkait kasus tersebut, sebelum dipersilakan pulang ke rumah. Beberapa saat setibanya di rumah, korban mengeluh sakit pada bagian leher.

"Budi kesakitan dan tidak sadarkan diri, lalu langsung dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, Surabaya," kata Frans.

Setelah melewati kondisi koma, korban mengembuskan napas terakhirnya di ruang ICU RSUD Dr Soetomo. Berdasarkan keterangan dokter, kondisi korban sangat kritis karena lehernya patah dan didiagnosa mengalami MBA (Mati Batang Otak). Sehingga, semua organ dalam tubuhnya sudah tidak berfungsi.
 
MH sendiri berhasil diciduk polisi di rumahnya di Dusun Brekas, Desa Torjun Timur, Sampang, Madura. (Kumparan NEWS,12/11/2018).
Kasus kekerasan dalam pendidikan bukanlah kasus yang dapat dihiraukan, karena jika kasus kekerasan dalam pendidikan ini tidak ditindak lanjuti maka akan menjadi sebuah ancaman bagi dunia pendidikan untuk kedepannya.

Zaman dahulu siswa dibuat takut dan hormat terhadap guru jika siswa itu melakukan sebuah kesalahan, tapi untuk di era saat ini hal tersebut berbanding terbalik dimana siswa sudah berani terhadap guru, padahal guru ini merupakan seorang  pendidik dan orang tua mereka juga saat di lingkungan sekolah, harusnya para siswa sudah menanamkan karakter  saling menghormati terhadap guru, bukannya untuk menentang sang guru.
 
Pada kasus ini MH sudah ditetapkan menjadi tersangka,dan diberikan hukuman selama 7,5tahun. sanksi yang diberikan pihak kepoliasian merupakan tindakan yang tepat, dengan seperti itu pelaku dapat jera dengan apa yang sudah dilakukan terhadap Budi(guru), dan memberikan pelajaran bagi siswa-siswi yang lain kedepannya.
 
Dalam kasus tersebut hal yang terjadi ada permasalahan kecil diantara  budi (guru) dan MH (siswa/pelaku) yaitu permasalahan  siswa yang tidak patuh terhadap gurunya, karena siswa tersebut  tidak mengerjakan tugas, wajar jika  sang guru menegur MH.

Karena selain tidak mengerjakan Mh juga menganggu teman-temannya yang sedang mengerjakan tugas tersebut, dengan teguran sang guru berharap MH akan dapat menghargainya, tetapi hal itu berbalik MH tidak merespon teguran tersebut dan masih saja mengganggu teman-temannya.

Akhirnya Budi (guru) memberikan peringatan berupa mencoret pipi MH dengan menggunakan cat lukis, menurut Budi(guru) dengan adanya tindakan yang dia lakukan kepada siswannya akan membuat siswa tersebut paham akan maksudnya, tetapi hal lain yang diterima oleh  Budi(guru ) yaitu berupa  pukulan dari MH yang mengenai bagian leher Budi. Hasil dari pukulan yang diberi Mh kepada Budi merupakan hal yang tak terduga.
 
Dari kasus tersebut pihak sekolah   seharusnya memberikan sebuah pendampingan untuk siswa  lebih tepatnya kasus tersebut  diberikan kepada BK (bimbingan Konseling) yang dimana bertugas untuk menjadi konseling terhadap siswa yang bermasalah.

Mereka yang harusnya bisa menangani kasus ini, sebelum kejadian ini terjadi seharusnya konseling memberikan suatu sosialisasi dan penangan khusus bagi beberapa siswa yang terlihat memiliki masalah dan sikap/sifat yang dikira kurang baik, dan dapat  memberikan pengaruh negatif pada lingkungan sekolah atau orang lain.

Emosional siswa yang berlebihan dapat membahayakan orang lain seperti halnya kasus ini karena kasus ini sudah menimbulkan korban.jika dilihat dari kondisi sang anak, memang sepertinya sudah menjadi wataknya karena siswa tersebut sudah dikenal susah diatur dan memiliki banyak kasus dalam sekolah menurut catatan dari BK.

Sebaiknya kita tahu tentang latar belakang siswa,  kita bisa melihat kondisi keluarga dari siswa itu.

Setelah adanya kasus tersebut pihak sekolah menemukan mengenai latar belakang dari MH,  yang ternyata MH merupakan anak dari seorang kepala pasar”, peran orang tua meupakan suatu hal yang penting untuk membentuk karakter pada anak, sehingga orang tua diharapkan menjadi public figure pada anaknya, supaya anaknya dapat meniru hal-hal yang baik dari orang tuanya.

Faktor lain yang dapat  mempengaruhi karakter pada anaknya yaitu faktor lingkungan,dimana jika anak berada dilingkungan yang kurang baik maka karakter anak dapat di pengaruhi oleh keadaan lingkungan tersebut.
 
Sekolah merupakan tempat kedua yang menjadi pendukung dari terbentuknya karakter pada anak. Dengan adanya BK akan menjadikan  tempat pendampingan untuk dapat  menyisipkan nilai-nilai pendidikan karakter pada siswanya.
 
Peran pendidikan karakter yang harus ditanamkan pada siswa dari pihak sekolah yaitu mengenalkan mengenai nilai-nilai karakter pada siswa, dan perlunya pendampingan terhadap siswa yang memiliki catatan merah dalam lingkungan sekolah.

Sedangkan peran pendidikan karakter pada orang tua yaitu dengan memberikan contoh yang baik terhadap anak, dengan berprilaku yang baik maka anak akan meniru hal tersebut, dan adanya pendektana orang tua terhadap anak mengenai sikap terhadap orang lain, dalam peran pembentukan karakter.
 
Saat ini, harusnya pendidikan karakter menjadi tanggung jawab bagi banyak pihak,dibutuhkan kerjasama yang baik warga, dan sekolah dalam usaha membentuk karakter anak, dengan adanya kerja sama antara kedua pihak tersebut, diharapakan pendampingan pada siswa dapat berjalan dnegan maskimal,sehingga tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti pada kasus tersebut.

Dengan adanya kasus-kasus yang terjadi pada dunia pendidikan yang melibatkan anak pada permasalahan hukum, sebaikanya pihak sekolah dapat menjadikan bahan evaluasi terhadap kinerja dalam pembentukan karakter pada siswa.

Jadi pendidikan karakter pada anak itu harus menjadi tanggung jawab dan kerja sama dengan  pihak Keluarga dan Sekolah. [***]
 
Sandra Nadya
Jurusan Teknologi Pendidikan
Universitas Negeri Semarang
 




Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00