Klinik Rehab Bina Waras Kendal Siap Obati Pecandu Narkoba

Hukrim  SELASA, 12 NOVEMBER 2019 , 17:24:00 WIB | LAPORAN: RENDRAS CAVA

Klinik Rehab Bina Waras Kendal Siap Obati Pecandu Narkoba
RMOLJateng. Sebanyak 384 ribu warga Jawa Tengah menjadi pecandu narkotika. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa tengah, Brigjen Pol Benny Gunawan saat meresmikan Klinik Rehabilitasi Pratama Bina Waras BNN Kabupaten Kendal, Selasa (12/11).

Benny mengatakan, angka prevalensi pecandu narkotika (jumlah orang dalam populasi) di Jawa tengah yakni sebesar 1,16 persen.

Angka tersebut jauh di bawah dari angka prevalensi tingkat nasional yakni 1,77 persen.

"Angka prevalensi Jawa tengah berada nomor 32 di tingkat nasional. Namun jumlah pengguna di Jawa tengah merupakan peringkat kelima di tingkat Nasional," katanya.

Benny menambahkan, sebagian besar para pecandu narkotika merupakan generasi muda. Di kabupaten Kendal sendiri yang paling banyak menjadi pecandu yakni para pelajar.

Menurutnya dengan adanya klinik rehabilitasi ini dapat membantu masyarakat Kendal dan sekitarnya mendapatkan perawatan untuk  menghilangkan sifat kecanduan dari narkotika dan dapat melaksanakan fungsi kemasyarakatannya.

"Belum banyak BNN Kota dan Kabupaten yang memiliki klinik rehabilitasi seperti ini, saya harap masyarakat bisa memanfaatkan ini untuk mengobati anggota keluarganya yang kecanduan narkotika. Masyarakat nggak perlu khawatir atau takut, rehab disini gratis," tambahnya.

Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Jateng, Teguh Budi Santoso, mengatakan bahwa proses rehabilitasi di klinik milik BNN tidak dipungut biaya.

Bahkan warga yang melaporkan keluarganya ke BNN dan mau untuk dilakukan rehabilitasi maka tidak ada tuntutan pidana bagi para pecandu.

"Pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika yang mau direhabilitasi tidak akan mendapat tuntutan pidana, namun bagi pengedar dan produsen narkoba akan kami hukum seberat-beratnya," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur berharap BNN untuk menyebarluaskan keberadaan klinik rehabilitas yang dimiliki oleh BNN.

Selain itu, informasi terkait tidak mendapatkan tuntutan pidana bagi pecandu yang melaporkan diri ke BNN dan mau menjalani proses rehabilitasi perlu disebarluaskan juga.

"Adanya klinik ini sangat membantu masyarakat Kendal yang sudah jadi pecandu untuk direhab. Tentunya dengan informasi ini tidak ada lagi warga Kendal yang kecanduan narkotika dan tidak membuka ruang gerak bagi para pengedar narkotika," pungkasnya. [jie]








Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00