Iuran BPJS Naik, Pemkab Blora Minta Bantuan Pusat

Kesehatan  JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 16:22:00 WIB | LAPORAN: M PUTRA ANANDA

Iuran BPJS Naik, Pemkab Blora Minta Bantuan Pusat
RMOLJateng. Kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) membuat Pemerintah Kabupaten Blora kelimpungan. Pasalnya, anggaran yang disediakan tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Selama ini, Pemkab harus menanggung biaya peserta BPJS untuk peserta Penerima Bantuan Iur (PBI) sebanyak 55 ribu orang.

Dengan naiknya iuran BPJS sebesar 100%, maka anggaran yang harus dikeluarkan setiap tahunnya hampir mencapai Rp28 miliar. Padahal tahun depan, Pemkab hanya mampu mengalokasi anggaran sebesar Rp15 miliar.

"Kemarin kita total, kebutuhan kita untuk tahun 2020 sekitar Rp28 miliar. Padahal saat ini kita hanya anggarkan Rp15 miliar. Untuk kekurangannya ya itu, pusingnya disitu. Kan naiknya hampir 2 kali lipat," ucap Lilik Hernanto Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Jumat (8/11) siang.

Lilik mengaku, kenaikan iuran BPJS sangat memberatkan keuangan APBD. Apalagi kebijakan ini turun pada saat anggaran sudah dibahas.

"Kita membiayai PBI kelas 3 itu 55 ribu orang, tinggal dikalikan saja. 55 ribu kali 22 bulan di kali Rp42 ribu. Jenengan bisa itung sendiri. Jadi memang berat. Apalagi kenaikan tiba-tiba. Seluruh Indonesia tidak tahu. Makanya pusing, padahal anggaran sudah dibahas,"  keluhnya.

Saat ini, menurut Lilik, solusi yang bisa dilakukan Pemkab hanya meminta bantuan dari Pusat.

"Kita ajukan bantuan ke Propinsi dan Pusat. Mau bagaimana lagi, kita sesuai kemampuan yang ada. Semoga kekurangannya ya bisa dibantu PBI Pusat," harapnya.

Terpisah, Wakil ketua DPRD Kabupaten Blora, Siswanto meminta Pemkab untuk segera mendata ulang kebutuhan anggaran. Kalaupun anggaran yang saat ini kurang, pihaknya meminta agar segera diajukan ke DPRD.

"Kita pengen tahu sebenarnya kebutuhan anggarannya berapa. Kami minta Pemkab untuk mendata ulang itu. Jika memang itu kurang apakah akan diajukan lagi di perubahan tahun depan atau bagaimana. Yang pasti kita pengen kepastian. Jangan sampai gara-gara masalah ini, banyak warga yang gak bisa terjamin kesehatannya," tandas Politisi Golkar itu. [jie]

Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00