700 Rumah Di Desa Ploso Demak Diterjang Puting Beliung

Peristiwa  RABU, 06 NOVEMBER 2019 , 12:56:00 WIB | LAPORAN: ARIS WIBOWO

700 Rumah Di Desa Ploso Demak Diterjang Puting Beliung
RMOLJateng. Ratusan rumah di Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, roboh diterjang puting beliung, Rabu (6/11). Bahkan, tiga rumah roboh dan rata dengan tanah.

Hujan disertai angin kencang yang terjadi sejak Selasa (5/11) malam, mengakibatkan sebanyak 700 rumah di Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, rusak, tiga diantaranya rata dengan tanah.

Salah seorang pemilik rumah, Mundzirun, mengatakan, angin kencang terjadi sejak selasa malam hingga rabu dinihari. Ratusan rumah di satu desa rusak, diterjang angin yang disertai hujan lebat.

"Sebelum ada angin puting beliung, banyak jangkrik dan serangga di lampu dalam rumah. Tiba tiba menghilang dan langsung ada angin kencang yang masuk. Saya langsung nggendong anak kedua, untuk berlindung ke dapur," ujar Mundzirun.

Selain Mundzirun, angin puting beliung juga merobohkan rumah milik Safi'i (50). Bahkan, rumah yang masih dalam perbaikan tersebut, rata dengan tanah.

"Ada angin dari barat dan timur bertemu, dan ngangkat rumah saya. Saya langsung berteriak teriak untuk ngajak keluarga keluar dari rumah. Anginnya muter muter disaat hujan sangat lebat," ungkap Safi'i.

Sementara itu, dari pendataan yang dilakukan pemerintah Desa Ploso, saat ini ada sekitar 700 rumah yang terdampak angin puting beliung. Bahkan hampir seluruh rumah di desa mengalami kerusakan, tiga rumah roboh dan rata dengan tanah.

"Untuk sementara ada 700 rumah yang mengalami rusak ringan dan 3 rumah mengalami rusak berat. Kami terus melakukan pendataan terkait dampak terjangan angin puting beliung ini," kata Muhajir, Kepala Desa Ploso. [jie]







Komentar Pembaca
Pasar Semawis 2020 Di Semarang

Pasar Semawis 2020 Di Semarang

JUM'AT, 17 JANUARI 2020 , 14:10:00

Suasana Alun-Alun Semarang

Suasana Alun-Alun Semarang

RABU, 22 JANUARI 2020 , 10:24:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00