Menyusuri Tempat Berlindung Penduduk Kapadokia

Menjelajah Turki

Lifestyle  JUM'AT, 01 NOVEMBER 2019 , 11:20:00 WIB | LAPORAN: HENDRATI HAPSARI

Menyusuri Tempat Berlindung Penduduk Kapadokia
RMOLJateng. Keindahan kawasan Kapadokia sudah tidak diragukan lagi. Namun, kota ini juga menawarkan eksotika tempat tersembunyi.

Di mana kah itu? Seolah tampak biasa rumah-rumah yang masih dipertahankan kuno ini. Di bawah bangunan tua ternyata ada tempat persembunyian yang bisa dijadikan tempat wisata.

Di sini hampir ratusan rumah memiliki ruang bawah tanah. Tapi hanya 20% yang masih dipertahankan untuk dijadikan lokasi wisata,” ujar Pemandu wisata, Yasar Gurlek.

Konon ruang bawah berfungsi sebagai tempat persembunyian dari tentara Romawi. Selain itu, ruangan seperti gua ini sebagai strategi perang.

Pria berambut keriting ini mengatakan, daerah ini terlihat sepi. Saat tentara lengah penduduk akan menyerang tiba-tiba dari balik pintu bawah tanah.

Pintu terbuat dari batu dilengkapi lubang untuk mengintai. Selain itu, beratnya mulai dari 350 kg hingga 2.000 kg (2 ton). Pintu bisa digeser lebih dari satu orang,” ujar pemandu wisata multi bahasa ini.

Uniknya, pintu batu ini tidak bisa dibuka dari luar. Lubang di tengah pintu juga sebagai jalur tombak dari dalam jika ada musuh berhasil mengetahui ruang bawah ini.

Penulis berkesempatan menyusuri salah satu ruang bawah tanah di Desa Cardak Kapadokia. Udara sejuk terasa begitu pintu dibuka. Kini pintu ruang bawah tanah berganti besi sehingga mudah dibuka atau ditutup.

Bagian pertama ruangan adalah dapur (muhfak) ada alat masak, wadah air, botol anggur dan lainnya.

Sesudah muhfak akan menemui ahir-barn (kandang). Penduduk setempat memiliki berbagai hewan peliharaan yaitu domba, kambing, bebek. Di sini juga masih dapat dilihat lubang kecil untuk tali pengikat.

Penghubung ruangan akan melewati lorong (tunel). Pengunjung tidak akan merasa pengap karena ada ventilasi di dalam setiap ruangan.

Tibalah di ruang altar untuk berdoa serta mempersembahkan korban bakaran. Ada satu lubang tampak lebih gelap seperti hangus. Di salah satu sisi tembok terlihat samar gambar salib.

Kiler atau storage room untuk menyimpan perbekalan makanan minuman selama bersembunyi. Satu ruang bawah tanah ini memuat hampir 300 orang.

Ruang berikutnya adalah kamar tamu (oturma odasi). Ada sumber mata air (sumur) untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Penulis penasaran dimana letak ruang buang air kecil. Menurut Yasar, selama bersembunyi akan menggunakan kendi sebagai wadah.

Kendi adalah salah satu mata pencaharian, di samping menjadi petani. Bahkan, menurut tradisi pria yang belum bisa membuat kendi tidak bisa menikah. Sedangkan, untuk perempuan jika tidak bisa membuat karpet belum akan diijinkan menikah.

Untuk saat ini tradisi tersebut tidak lagi berlaku,” ungkap sulung dari tiga bersaudara ini. [hen]

Komentar Pembaca