Pengusaha Karaoke Sunan Kuning Jamin Berikan Kenyamanan Pengunjung

Nusantara  SELASA, 22 OKTOBER 2019 , 16:25:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Pengusaha Karaoke Sunan Kuning Jamin Berikan Kenyamanan Pengunjung
RMOLJateng. Meski tidak ada lagi prostitusi di komplek eks lokalisasi Sunan Kuning, pengusaha karaoke yakin karaoke nya justru akan tambah ramai pengunjung.

Selain itu para pengusaha menjamin bersih prostitusi dan akan memberikan kenyamanan para pengunjung menyalurkan bakatnya dalam bersenandung.

Hal tersebut terungkap dalam rapat bersama kesepakatan jam buka karaoke di komplek eks lokalisasi Sunan Kuning yang difasilitasi oleh Satpol PP Kota Semarang.

Rohmat, salah seorang pemilik karaoke "Wisma Maharani" menyambut gembira gembira karena masih diberi kesempatan untuk usaha meski prostitusi sudah dihapuskan.

"Sebagai pengusaha karaoke, sejak awal mendukung program pemerintah untuk menghilangkan prostitusi dan menurut saya sudah bukan jamannya lagi prostitusi dibiarkan," tandas Rohmat, Selasa (22/10/2019).

Lebih lanjut Rohmat menyatakan,  selaku warga Argorejo, dirinya dan pengusaha karaoke yang lain  sangat bangga dan terima kasih kepada Wali Kota Semarang karena masih dijembatani untuk melakukan usaha.

"Sebagai warga saya sangat bangga dan terima kasih kepada Wali Kota Semarang masih dijembatani untuk melakukan usaha. Yang terpenting dari penutupan peostitusi,  masyarakat Argorejo bisa hidup normal seperti biasa tanpa prostitusi," tandas Rohmat.

Sementara untuk menjamin tidak adanya prostitusi, bersama pengusaha karaoke yang lain telah disepakati akan merubah design rumah karaoke, kamar-kamar akan dibongkar dan dibuat terbuka.

"Sementara untuk pengawasan LC nya, akan dilakukan oleh paguyuban, termasuk rekrutmen LC akan dilakukan satu pintu melalui paguyuban. Kita jamin tidak ada prostitusi di rumah karaoke Sunan Kuning," tandas Rohmat.

Sementara itu, Ketua RW 9 Sambirejo Kota Salatiga atau yang dikenal dengan sebutan Sembir,  Slamet Santoso, yang sengaja didatangkan oleh Satpol PP Kota Semarang untuk bertukar pengalaman karena berhasil mengelola eks lokalisasi menjadi wisata karaoke memberikan apresiasi kepada Pemkot Semarang karena memberikan kebijakan kepada warga Argorejo untuk tetap membuka usaha karaoke.

"Ini merupakan kebijakan pemerintah yang sangat luar biasa karena pemerintah masih memikirkan kondisi warganya. Namun demikian dibutuhkan regulasi dan aturan yang jelas dan tegas serta tidak membebani warga," tandas Slamet Santoso.

Dengan regulasi yang jelas dan tegas, Slamet yakin wisata karaoke di eks lokalisasi Sunan Kuning ini akan meningkatkan pendapatan warga dan PAD Kota Semarang.

"Pengalaman di Sarirejo atau Sembir, tanpa pemerintah menutup lokalisasi, warga menyadari ternyata usaha karaoke lebih menjanjikan, sehingga prostitusi tutup dengan sendirinya dan menjadi wisata karaoke murni, hasilnya masing-masing rumah karaoke bisa beromset belasan juta perhari meski tidak ada prostitusi," tambahnya.

Untuk menjamin tidak adanya prostitusi di rumah karaoke, diperlukan komitmen bersama antara pengusaha dan warga. Kedua belah saling mengawasi.

"Bilamana ada warga atau rumah karaoke yang melakukan prostitusi maka akan dikenakan sanksi, penutupan dan jika tidak bisa diperingatkan maka akan diusir dari lingkungan. Inilah yang nantinya akan diterapkan di Argorejo Semarang ini," tandasnya.

Kasat Pol PP Kota Semarang Fajar Purwoto memberikan apresiasi kepada pengusaha karaoke di Argorejo atau eks Lokalisasi Sunan Kuning karena mereka mendekalrasikan kalau ada prostitusi maka akan menutup langsung usahanya.

"Maka kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak suudzon kepada pengusaha karaoke di Sunan Kuning, karena bagaimana pun para pengusaha ini memiliki hajat hidup dari usahanya itu," himbau Fajar.

Fajar menjamin kesepakatan yang telah diambil bersama pengusaha akan dilaksanakan 100 persen. Aturan telah dibuat dan disepakati bersama.

"Besok Rabu kita akan cek perubahan design rumah karaoke, membongkar kamar-kamar kan ya butuh waktu. Termasuk perijinan, bagi yang tidak mengurus ijin maka langsung kita eksekusi," pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam rapat bersama disepakati jam tayang, hari Minggu-Sabtu buka mulai pukul 11.00 - 01.00 WIB, Jumat mulai pukul 13.00 - 01.00 WIB.

Kemudian hari kemerdekaan karaoke diliburkan, hari keagamaan mulai pukul 12.00 - 18.00 WIB, bulam ramadhan pukul 21.00 - 01.00 WIB dan khusus Malam Jumat Kliwon Libur. [jie]







Komentar Pembaca
Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

SELASA, 10 MARET 2020 , 08:51:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Terima Kunjungan DPRD DKI Jakarta