Lintas Agama Di Semarang Nylameti Ibu Pertiwi

Nusantara  SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 09:28:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Lintas Agama Di Semarang <i>Nylameti Ibu Pertiwi</i>
RMOLJateng. Sejumlah tokoh dan aktivis lintas agama di Kota Semarang menggelar doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan untuk bangsa dan negara menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019.

Acara doa yang diberi nama Nylameti Ibu Pertiwi” ini digelar di halaman Gereja ST Theresia Bongsari Semarang pada Jumat (18/9) malam.

Beberapa tokoh dan aktivis lintas agama yang hadir menyampaikan renungan tentang kondisi Indonesia saat ini yang tak henti-hentinya terus berkonflik.

Kasus kerusuhan di Papua, demo tolak RKUHP dan RUU KPK yang memicu korban jiwa hingga indikasi aksi teror saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, menjadi bukti nyata bila ada pihak atau kelompok yang tidak ingin melihat Indonesia dalam keadaan aman dan damai.

Nyata beberapa peristiwa di tanah air ini ditunjukkan kepada kita bahwa ada yang tidak ingin Indonesia aman dan damai. Kerusuhan di Papua, demo mahasiswa tolak RKUHP dan RUU KPK hingga membawa lima nyawa dan terungkapnya rencana teror saat pelantikan Presiden-Wapres, jadi bukti nyata itu,” ungkap Ketua Persatuan Gereja se-Kota Semarang (PGKS) Pendeta Sedyoko dalam acara tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Majelis Tinggi Agama Kong Hu Cu Semarang Andi Tjok, yang menyebut bila masih ada kelompok-kelompok yang tetap ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi negara dimana cara yang dilakukan sangat beragam dari yang senyap hingga yang radikal.

Pancasila sepertinya yang disasar. Masih ada kelompok yang bersikeras mengganti Pancasila sebagai ideologi negara. Caranya macam-macam, senyap bisa, radikal juga ada. Kita yang disini komunitas kecil harus bisa mempertahankan Pancasila dan menyebarkannya ke masyarakat luas,” kata Andi.

Berbeda dengan acara Selametan (syukuran) biasa yang identik dengan nasi tumpeng, acara Nylameti Ibu Pertiwi” ditutup dengan doa sambil menyalakan lilin bersama untuk berharap agar Tuhan pencipta alam selalu meridhoi Indonesia sebagai bangsa dan negara yang bermartabat, aman dan damai sejahtera.

Apapun yang ada saat ini kita syukuri, karena anugerah dari Yang Kuasa. Selametan ini adalah tirakat atau semangat kita semua ingin Indonesia menjadi yang terbaik,”  kata Arifin, perwakilan komunitas Kejawen Sapta Darma. [jie]

Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00