Tak Puas Terdakwa Pembunuhan Dituntut 20 Tahun, Ratusan Warga Demo

Daerah  KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 16:07:00 WIB | LAPORAN: MARNIE UTAMINING

Tak Puas Terdakwa Pembunuhan Dituntut 20  Tahun, Ratusan Warga Demo
RMOLJateng. Perkara pembantaian keluarga yang dilakukan oleh Gunardi, oknum ASN Kementrian Kehutanan RI memasuki agenda pembacaan pembelaan.

Sidang yang digelar di PN Purworejo hari ini (10/10) masih dipadati oleh ratusan tetangga ketiga korban dari Dusun Dusun Panggel Desa Delanggu Kecamatan Butuh.

Mereka tidak terima karena terdakwa 'hanya' dituntut 20 tahun penjara oleh JPU Masruri Abdul Azis dari Kejari Purworejo.

Bahkan mereka akan terus melaksanakan aksinya hingga sidang vonis yang direncanakan tanggal 24 Oktober mendatang.

Dalam pembelaannya, kuasa hukum terdakwa, Is Supriyono, SH dari LBH Sakti sepakat dengan JPU bahwa tidak ada unsur perencanaan dalam peristiwa tersebut.

Pengacara juga meminta kepada majelis hakim yang diketuai oleh Mardison, SH memohon keringanan hukuman.

Menanggapi pembelaan terdakwa, JPU menyatakan tidak akan menanggapi.

Humas PN Syamsumar Hidayat menyampaikan, dalam persidangan tadi ada usulan dari pihak korban melalui pengacaranya agar dibuka sidang sekali lagi guna mendengarkan keterangan saksi dari pihak JPU.

"Mengacu pada pasal 182 KUHAP atas permintaan penuntut umum, sidang dapat dibuka sekali lagi untuk mendengarkan saksi dari JPU. Jadi agenda sidang tanggal 24 Oktober mendatang bisa jadi dua, pertama apabila majelis hakim pemeriksaan keterangan saksi dari PU yang diajukan oleh keluarga korban karena ada satu saksi yang belum dimintai keterangan oleh MH ataupun penyidik. Agenda kedua adalah pembacaan vonis," jelas Syamsumar Hidayat usai sidang.

Sementara itu, pihak keluarga korban pembunuhan, Didik Haryanto dari kantor pengacara Didik Haryanto & Rekan, Ponorogo Jawa Timur mengatakan, tuntutan jakasa tidak rasional dan sangat menyesalkan,  karena fakta yang terungkap diabaikan oleh JPU.

Dengan diabaikannya fakta persidangan, maka unsur perencanaan sesuai pasal 340 tidak terpenuhi, sementara fakta persidangan unsur perencanaan terbukti. Dari keterangan saksi di persidangan menyebut bahwa terdakwa telah menyiapkan obat bius, lakban dan pisau dari Jakarta," kata Didik. [hen]

Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00