Pelaku Pembunuhan Wanita Simpanan Dibekuk Polisi

Hukrim  SELASA, 08 OKTOBER 2019 , 14:03:00 WIB | LAPORAN: M PUTRA ANANDA

Pelaku Pembunuhan Wanita Simpanan Dibekuk Polisi
RMOLJateng. Doyo (50) pelaku pembunuhan Ratmiyati (41) warga Dukuh Guyung Desa Klagen Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora mengaku nekat menghabisi wanita simpanannya tersebut karena emosi dibilang tidak jantan. Emosi Doyo muncul usai keduanya melakukan hubungan intim di rumah korban.
"Kata-katanya gak ada yang enak pak. Saya dikatain gak gentle. Gak bisa memuaskan," ucap Doyo saat gelar perkara di Mapolres Blora, Senin (8/10).
Doyo sendiri mengaku sudah menjalin hubungan terlarang dengan korban selama 3 tahun. Selama kurun waktu itu, pelaku sudah berulang kali melakukan hubungan intim dengan korban. Bahkan, keduanya juga sudah memiliki satu anak. Padahal keduanya sudah memiliki keluarga masing-masing.

"Kalau berhubungan sering pak. Sudah sekitar 3 tahun. Sudah punya anak 1 umurnya 1,5 tahun," ungkapnya.
Untuk menghindari kecurigaan keluarga, keduanya selama ini menjalin hubungan secara sembunyi-sembunyi. Bahkan anak korban sudah diakui kalau anak sendiri.

"Ya mungkin ada kecurigaan. Cuma kita sembunyi-sembunyi. Anak ikut korban. Dan sudah diakui anaknya sendiri," ujar Doyo.

Kapolres Blora, AKBP Antonius Anang mengatakan, korban dibunuh dengan cara dipukul dengan batu batako berulang kali di bagian kepala. Setelah tidak sadarkan diri, pelaku lalu keluar rumah dari pintu belakang.
"Jadi korban ini dipukul dengan batako, itu BB bisa dilihat sendiri besarnya. Setalah itu korban dibiarkan tergeletak di dalam rumah dan pelaku kabur melalui pintu belakang," ungkap Kapolres.

Kapolres mengungkapkan jika motif pembunuhan ini dilatar belakangi sakit hati tersangka atas pernyataan korban.

"Jadi pelaku ini sakit hati usai berhubungan intim dengan korban. Pelaku dibilang tidak bisa memuaskan korban," ungkap Kapolres.
Kasus pembunuhan itu sendiri terjadi pada (25/9) malam. Korban ditemukan tergeletak dengan penuh darah di dalam rumah oleh keluarga korban. Awalnya korban diduga terjatuh dari kamar mandi. Namun usai dilakukan visum di rumah sakit PKU Cepu, terdapat luka bekas tanda kekerasan.[jie]

Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00