Bawaslu Beri Santunan Korban Pemilu 2019

Politik  KAMIS, 03 OKTOBER 2019 , 12:39:00 WIB | LAPORAN: DHANI SETIAWAN

Bawaslu Beri Santunan Korban Pemilu 2019
RMOLJateng. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang menyerahkan bantuan santunan kecelakaan kerja pada empat orang tenaga sekretariat dan pengawas pemilu di Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (3/10).

Santunan kecelakaan kerja diberikan kepada anggota panwaslu yang telah bekerja keras mensukses pesta demokrasi, meski dalam prosesnya harus jatuh sakit. Santunan ini merupakan bentuk kepedulian Bawaslu.

Mohammad Talkis, Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang menyayakan di lingkup kerjanya ada sepuluh orang tenaga pengawas dan sekretariat mengalami sakit setelah perhelatan Pemilu 2019 lalu.

"Namun setelah kami verifikasi hanya empat orang layak mendapatkan bantuan santunan sejumlah Rp 8, 250 juta," ungkapnya.

Bantuan ini langsung dari Bawaslu RI diberikan  ke penerima bantuan santunan melalui rekening bank.

"Sehingga akuntabilitas dapat dipertanggung jawabkan," tegasnya.

Penyerahan simbolis ini diberikan langsung pada penerima. Empat orang penerima ini mengalami sakit setelah melakukan pengawasan pemilu di lingkup kerjanya.

Seperti dialami oleh Lastri (40), pengawas TPS 15 Kelurahan Susukan Kecamatan Ungaran Timur harus menjalani operasi mengambilan tiroid setelah kecapekan melajukan pengawasan di TPS.

"Karena saya juga warga Susukan, saya juga ikut melakukan persiapan TPS dan membantu rekapitulasi hingga pukul 6 pagi. Saat itu langsung dada saya sesek, dokter menyatakan tiroid mendesak jantung sehingga harus diangkat di Rumah Sakit Tugurejo Semarang," ujarnya.

Selain Lastri ada tiga orang lainnya diantaranga, Oky Avri Angga, Mariana Pandan dan Luthfi Syifa mengaku harus dirawat inap di Rumah Sakit akibat kecapekan kerja.

Kartini Candra kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Jateng menyatakan bantuan santunan ini bagian dari kepedulian negara setelah para pengawas kerja keras demi perhelatan Pemilu 2019.

Kartini mengaku proses pemberian bantuan ini lama karena dibutuhkan verifikasi data oleh Bawaslu Kabupaten Semarang.

"Mekanisme pemberian bantuan santunan ini melalui verifikasi, pengecekan kebenarannya berupa data pasien dan bukti rawat inap minimal tiga hari di rumah sakit," ungkapnya.

Pemberian santunan ini berdasarkan Surat Keputusan Ketua Bawaslu RI Nomor 0130/K.BAWASLU/HK.01.00/IV/2019 tentang Pedoman Teknis Pemberian Santunan Kecelakaan Kerja Bagi Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan, Panitia Pengawasan Pemilihan Umum Kelurahan/Desa, Pengawas Tempat Pemungutan Suara dan Sekretariat Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019.

"Di Pilkada 2020 mendatang kami sudah anggarkan pembayaran premi BPJS bagi pengawas sehingga jika ada kecelakaan kerja berupa sakit, kecelakaan, atau meninggal dunia akibat pilkada akan ditanggung oleh BPJS," ungkapnya. [jie]





Komentar Pembaca
Ngopi Bareng bersama Kapolda Jateng Dan Pangdam IV/ Diponegoro
Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 , 23:04:00

Menolak RUUPKS Di Semarang

Menolak RUUPKS Di Semarang

SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 , 11:52:00