Begini Tahapan Pelestarian Wayang Menurut Pepadi Kota Semarang

Budaya  KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 09:43:00 WIB | LAPORAN: BAKTI BUWONO

Begini Tahapan Pelestarian Wayang Menurut Pepadi Kota Semarang
RMOLJateng. Pelestarian dunia wayang harus dilakukan secara bertahap sejak dini.

Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan tiap tingkat pendidikan punya level pelestarian yang berbeda.

"Pada tataran Sekolah Dasar untuk sampai paham kan tidak mungkin. Jadi sifatnya hanya pengenalan," katanya di rumahnya, Kamis (19/9/2019) pagi.

Ia mengatakan, pada tataran SD, para siswa diberi pengetahuan bahwa ada seni budaya wayang kulit asli jawa.

Hal itu bisa dilakukan melalui pelajaran bahasa jawa. Lalu, menginjak sekolah menengah pertama (SMP) sudah bisa pengenakan perangkat gamelan dan karawitan.

"Beberapa bisa mulai buka kegiayan ekstrakurikuler pilihan," kata anggota DPRD Kota Semarang itu.

Hal itu juga bisa dilakukan di tingkat selanjutnya, dimana dunia wayang bisa jadi hobi.

Kemudian, anak muda bisa mulai jadi pelaku mulai dari jadi dalang, sinden, panggarong hingga pengrawit.

"Perlu juga diperbanyak ada semacam klub atau komunitas di kalangan anak muda, yang khusus mengapresiasi wayang," tambah kader Golkar tersebut.

Untuk melestarikan wayang, lanjutnya perlu peran dari orangtua, dunia pendidikan serta media.

Ketiga pihak itu perlu setiap saat menyelipkan bahwa Semarang punya kesenian wayang kulit.

"Perlu juga disampaikan bahwa wayang di samping tontonan juga tuntutan berupa ajaran dan kesusastraan tinggi. Hal ini perlu penyadaran," jelasnya.

Terakhir, para stakeholder terkait juga harus mendukung pelestarian seni budaya wayang dan  dunia pedalangan. [jie]





Komentar Pembaca
Ngopi Bareng bersama Kapolda Jateng Dan Pangdam IV/ Diponegoro
Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 , 23:04:00

Menolak RUUPKS Di Semarang

Menolak RUUPKS Di Semarang

SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 , 11:52:00