YDBL Sosialisasikan Rumah Peradaban Kalinyamat

Nusantara  SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 16:31:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

YDBL Sosialisasikan Rumah Peradaban Kalinyamat
RMOLJateng. Untuk terus menggelorakan perjuangan Ratu Kalinyamat di kalangan generasi muda, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional menggelar sosialisasi Rumah Peradaban Kalinyamat pada Selasa (17/09/2019) di Jepara.

Agus Nur Slamet, selaku Wakil Dinas Pariwisata dan Kabupaten Jepara mengatakan pihaknya terus berupaya mengenalkan peninggalan-peninggalan khususnya peradaban di zaman Ratu Kalinyamat kepada masyarakat.

"Jepara mempunyai 40 situs peninggalan. Tetapi itu tidak banyak diketahui oleh masyarakat terutama generasi muda saat ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, menurut Agus, Jepara telah memiliki ikon nasional, yakni tiga pendekar. Di antaranya adalah Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan R.A. Kartini.

Ratu Kalinyamat tengah diusulkan sebagai pahlawan nasional. Beliau adalah pemimpin yang membawa Jepara menjadi kerajaan maritim,” tambah Agus.

Senada dengan Agus, pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari Lestari Moerdijat pun terus berupaya membantu pemerintah setempat dalam mewujudkan keinginan rakyat Jepara untuk menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.

Melalui Yayasan Dharma Bakti Lestari, pusat kajian Ratu Kalinyamat didirikan bekerjasama dengan Unisnu. Penelitian secara ilmiah dan mendalam juga dilakukan, selain itu forum diskusi digelar untuk memperkuat bukti-bukti ketokohan Ratu Kalinyamat.

Bahwa Ratu Kalinyamat adalah tokoh nyata dan perjuangannya sebagai perempuan telah melampaui zamannya.

Bambang Budi Utomo, selaku pembicara juga menjelaskan mengenai alasan Ratu Kalinyamat gagal diusulkan sebagai pahlawan nasional.

Ini adalah ketiga kalinya Ratu Kalinyamat diusulkan sebagai pahlawan nasional. Sebelumnya gagal, dikarenakan persoalan ‘tapa wuda’ Ratu Kalinyamat yang dimaknai secara harfiah,” ujar Bambang.

Tapa Wuda Ratu Kalinyamat di sini harus diartikan secara simbolis, yang mana berarti proses pensucian diri dengan meninggalkan hal-hal yang bersifat keduniawian.

Selain itu menurut Prof. Dr. Bambang Soelistyanto, Ratu Kalinyamat adalah putri dari Sultan Trenggana penguasa ketiga Kerajaan Demak.

Dari sini dapat diketahui, Ratu Kalinyamat tidak mungkin melanggar nilai-nilai moralitas tradisi Jawa. Ratu Kalinyamat sosok yang religius. Sebab beliau adalah murid dari Sunan Kalijaga,” jelasnya.

Sejarah Ratu Kalinyamat telah tercatat di dbeberapa catatan baik dari dalam maupun luar negeri. Perjuangan Ratu Kalinyamat dalam melawan Portugis tidak bisa dianggap enteng, meskipun dua ekpedisinya mengalami kekalahan.

Namun, semangat, dedikasi dan gagasan Ratu Kalinyamat itulah yang luar biasa.

Sebanyak 50 siswa dan siswi dari beberapa sekolah di Jepara hadir dalam kegiatan sosialisasi. Setelah menggelar sosialisasi mengenai pemaparan Ratu Kalinyamat, seluruh peserta diajak napak tilas sekaligus ziarah kubur ke Makam Ratu Kalinyamat di Kompleks Masjid Mantingan. [jie]

Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00