BEM se-Semarang Raya TOLAK Revisi UU KPK Dan Terpilihnya Capim KPK Bermasalah

Hukrim  SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 21:08:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

BEM se-Semarang Raya TOLAK Revisi UU KPK Dan Terpilihnya Capim KPK Bermasalah
RMOLJateng. Aliansi mahasiswa BEM se-Semarang Raya menyikapi persoalan KPK yang menjadi perhatian publik akhir- akhir ini.

Konsolidasi yang dilakukan di Universitas Diponegoro tersebut, dinilai sangat penting dilakukan guna memberikan dukungan solidaritas dan kecaman kepada segenap elemen yang berupaya untuk melemahkan KPK dalam menjalankan tugas untuk memerangi korupsi, yang kita ketahui bersama merupakan kejahatan luar biasa dan sangat merugikan negara .

Aliansi mahasiswa  yang tergabung kedalam BEM se-Semarang Raya menilai upaya merevisi RUU KPK justru berpotensi melemahkan KPK ditambah terpilihnya Irjen Firli Bajuri sebagai ketua KPK menuai pro kontra dikarenakan rekam jejaknya yang bermasalah.

Dalam konsolidasi tersebut mencuat potensi yang ada ketika UU KPK di revisi antara lain Independensi KPK terancam, Penyadapan dipersulit dan dibatasi, Pembentukan Dewan Pengawas yang dipilih oleh DPR, Sumber Penyelidik dan Penyidik dibatasi.

Kemudian penuntutan Perkara Korupsi Harus Koordinasi dengan Kejaksaan Agung, Perkara yang mendapat perhatian masyarakat tidak lagi menjadi kriteria.

Lalu kewenangan Pengambilalihan perkara di Penuntutan dipangkas, Kewenangan-kewenangan strategis pada proses Penuntutan dihilangkan dan kewenangan KPK untuk mengelola pelaporan dan pemeriksaan LHKPN dipangkas.

Hal senada juga disampaikan oleh pimpinan KPK saat ini serta dari berbagai unsur elemen seperti dari akademisi sampai tokoh agama yang beramai-ramai menolak Revisi UU KPK .

Menyikapi hal tersebut, aliansi mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Semarang Raya menyatakan sikap dengan tegas menolak Revisi UU KPK, karena tidak ada urgensinya dan malah berpotensi melemahkan KPK sehingga pembahasannya harus dihentikan.

"Menaruh mosi tidak percaya kepada Pimpinan KPK terpilih dikarenakan rekam jejaknya yang bermasalah dan mendukung segala bentuk tindakan yang diambil KPK saat ini guna menyelamatkan masa depan KPK dan penegakan anti korupsi di Indonesia," tandasnya.

Selain itu, BEM se Semarang Raya juga mengajak rekan-rekan dari semua elemen untuk bergabung dalam konsolidasi akbar yang akan dilaksanakan di PKMU UNNES pada Senin,16 September 2019 Pukul 19.00-selesai guna membahas persiapan aksi yang akan di laksanakan di depan gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah dan di depan gedung DPR RI, Senayan. [jie]

Komentar Pembaca
Ngopi Bareng bersama Kapolda Jateng Dan Pangdam IV/ Diponegoro
Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 , 23:04:00

Menolak RUUPKS Di Semarang

Menolak RUUPKS Di Semarang

SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 , 11:52:00