Nilai Tindakan Rektor Undip Sewenang-wenang, Guru Besar Layangkan Surat ke Presiden RI

Hukrim  SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 14:06:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Nilai Tindakan Rektor Undip Sewenang-wenang, Guru Besar Layangkan Surat ke Presiden RI
RMOLJateng. Guru besar Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Profesor Suteki, mengadukan kejadian yang menimpanya kepada Presiden Republik Indonesia. Selain itu, Suteki juga menyurati sembilan lembaga negara di Indonesia.

Suteki mengatakan dirinya melayangkan surat pengaduan tersebut atas dugaan tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh rektor Undip, Profesor Yos Juhan Utama.

"Kami sudah layangkan beberapa waktu lalu. Saya mengadu atas tindakan pencopotan jabatan Kaprodi oleh rektor Undip. Saya menilai bahwa tindakan tersebut sewenang-wenang," kata Suteki, Sabtu (14/9).

Lebih jauh, dia mengungkap surat itu dia kirim hingga kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Dia mengharap adanya keadilan baginya selain upaya dia menempuh jalur hukum Tata Usaha Negara (TUN).

"Saya layangkan surat mulai menristek hingga presiden. Ada 10 lembaga yang kami tuju. Saya harap adanya tanggapan serius atas hal ini," tegas dia.

Hingga kini Suteki mengaku siap menjalani sidang gugatannya melawan rektor Undip. Kata dia, beberapa hal telah disiapkan tim penasehat hukumnya.

Sidang gugatan tersebut diagendakan majelis hakim Pengadilan TUN dimulai pada hari rabu pekan depan.

Seperti diketahui, Prof Suteki berbuntut panjang setelah menjadi saksi ahli dalam persidangan gugatan Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta dan Juducial Review di Mahkamah Konstitusi pada Oktober 2017.

Selanjutnya Rektor Universitas Diponegoro Prof Yos Johan Utama memberhentikan melalui surat keputusan nomor : 586/UN7.P/KP/2018 tentang pemberhentian dua jabatan penting dan beberapa jabatan lain di luar kampus.
  
Guru Besar yang mengajar ilmu hukum dan pancasila selama 24 tahun tersebut merasa dirugikan atas hak jabatan, dan nama baiknya sebagai penerus Yayasan institute Satjipto Fondation yang dicopot jabatannya sebagai abdi negara yang diduga melanggar disiplin aparatur negara (ASN) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010. [jie]





Komentar Pembaca
Ngopi Bareng bersama Kapolda Jateng Dan Pangdam IV/ Diponegoro
Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 , 23:04:00

Menolak RUUPKS Di Semarang

Menolak RUUPKS Di Semarang

SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 , 11:52:00