Materi Gugatan Sesuai, Sidang Suteki Vs Rektor Undip Dimulai Rabu Pekan Depan

Hukrim  RABU, 11 SEPTEMBER 2019 , 17:16:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Materi Gugatan Sesuai, Sidang Suteki Vs Rektor Undip Dimulai Rabu Pekan Depan
RMOLJateng. Sidang gugatan guru besar Universitas Diponegoro (Undip) Profesor Suteki melawan Rektor Undip, Profesor Yos Johan Utama digelar rabu pekan depan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.

Suteki mengatakan proses gugatan tersebut telah mencapai persiapan final. Artinya, lanjut dia, materi gugatan dinyatakan telah sesuai sehingga kedua belah pihak akan menjalani sidang secara terbuka.

"Tadi kami sudah menjalani sidang pemeriksaan gugatan. Sudah final, artinya minggu depan sidang terbuka," kata Suteki didampingi penasehat hukumnya, Rabu (11/9).

Suteki mengatakan saat sidang nanti dirinya akan fokus pada status sanksi disiplin berat terhadapnya yang mengakibatkan dirinya harus dicopot dari jabatan Kaprodi Hukum Undip.

Menurutnya, tolok ukur sanksi berat yang diklasifikasikan rektor masih bias. Sehingga, tambah dia, masih perlu dipertanyakan lebih jauh lagi.

"Nanti saat sidang saya akan mempertanyakan itu. Karena kriteria berat ini kan dampaknya sampai nasional. Sedangkan saya, apakah perbuatan saya akhirnya mengakibatkan dampak skala nasional?" tegasnya.

Sementara itu, Penasehat Hukum Suteki, Achmad Arifullah, mengaku sudah siap dengan sidang pekan depan. Menurutnya, materi gugatan telah dinyatakan sesuai dan siap dibacakan saat sidang.

"Sudah siap. Nanti akan kami bacakan dan langsung akan ada jawaban dari pihak tergugat," katanya.

Seperti diketahui, Prof Suteki berbuntut panjang setelah menjadi saksi ahli dalam persidangan gugatan Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta dan Juducial Review di Mahkamah Konstitusi pada Oktober 2017.

Selanjutnya Rektor Universitas Diponegoro Prof Yos Johan Utama memberhentikan melalui surat keputusan nomor : 586/UN7.P/KP/2018 tentang pemberhentian dua jabatan penting dan beberapa jabatan lain di luar kampus.
   
Guru Besar yang mengajar ilmu hukum dan pancasila selama 24 tahun tersebut merasa dirugikan atas hak jabatan dan nama baiknya sebagai penerus Yayasan institute Satjipto Fondation yang dicopot jabatannya sebagai abdi negara yang diduga melanggar disiplin aparatur negara (ASN) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010. [hen]

Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00