Air Bengawan Solo Di Blora Tercemar Limbah

Daerah  RABU, 11 SEPTEMBER 2019 , 14:11:00 WIB | LAPORAN: M PUTRA ANANDA

Air Bengawan Solo Di Blora Tercemar Limbah
RMOLJateng. Pencemaran terjadi pada air Bengawan Solo di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Kondisi air yang awalnya jernih, kini berubah menjadi hitam pekat dan berbusa.

Selain itu, air juga mengeluarkan bau tidak sedap. Kondisi seperti ini menurut sejumlah warga sudah terjadi sejak empat hari lalu. Namun kondisi air semakin bertambah pekat sejak dua hari lalu.

"Empat hari, katanya dari Ngawi asal usulnya, tahunya ya ada orang ngawi kesini cari ikan ramai-ramai. Katanya itu limbah tebu,” kata Lagiono salah satu warga Cepu, Rabu (11/9).

Selain warnanya yang hitam, lanjut dia, bau air juga menyengat. Kondisi ini jelas menunggu warga sekitar.

"Ya jelas menganggu Mas, biasanya kan ini buat mandi warga, tapi karena warnanya hitam seperti ini, jadi warga pada takut. Takut kalau kena gatal-gatal,” ujarnya.

Warga lain, Rudi mengaku, pencemaran air Bengawan Solo sudah sering terjadi selama bulan kemarau tahun ini. Biasanya pencemaran terjadi satu minggu sekali.

"Sering, biasanya seminggu sekali. Ya kayak gini, warnanya hitam, bau,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora, Dewi Tejowati mengatakan, pencemaran yang terjadi di air Bengawan Solo berasal dari hulu.

Namun begitu, pihaknya belum mengetahui asal limbah yang menyebabkan pencemaran itu.

"Diperkirakan dari hulu, karena yang berada di wilayah kami di hilir tidak ada industri yang cukup besar yang membuang limbah ke sungai. Tapi dari mana, kami belum tahu, itu tugas DLH Propinsi, kita sudah layangkan surat, kita nanti tinggal tagih saja apa sudah divalidasi ke lapangan apa belum,” papar Dewi.

Dewi menjelaskan, hasil uji laboratorium yang telah dilakukan  DLH Blora ditemukan kandungan Bakterikoli dan bahan pewarna pada air Bengawan Solo.

Namun tersebut, kandungan yang ada tidak terlalu tinggi. Beberapa waktu lalu kita sudah melakukan tes lab terhadap pencemaran Bengawan Solo, karena ini sudah terjadi sejak bulan Maret. Memang ada sedikit diatasi baku mutu. Tapi tidak membahayakan karena tidak ada logam berat,” jelasnya.

"Saya tidak bisa men-jugde, tapi yang jelas tidak ada logam mulia, ada sedikit bakteriologi dan bahan pewarna, tapi tidak terlalu tinggi. Kali ini kondisinya tambah pekat, lha ini yang saya ingin tahu, makanya kita tunggu ini akan berapa lama,” imbuhnya.

Lebih lanjut, DLH Blora akan kembali terjun ke lokasi untuk melakukan uji lab, jika kepekatan air Bengawan solo yang terjadi saat ini tidak kunjung hilang.

"Tentu nanti kita akan turun lagi, mungkin Minggu depan, karena ini saya masih buat laporan keuangan,” tandasnya. [hen]

Komentar Pembaca
Generasi Golkar Kehilangan Sentuhan Soeharto

Generasi Golkar Kehilangan Sentuhan Soeharto

MINGGU, 22 SEPTEMBER 2019 , 21:46:52

Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

Ngopi Bareng bersama Kapolda Jateng Dan Pangdam IV/ Diponegoro
Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 , 23:04:00

Festival Audisi Tari Ratoh Jaroe

Festival Audisi Tari Ratoh Jaroe

MINGGU, 25 AGUSTUS 2019 , 10:37:00