Diminta Pemiliknya, Warga Depok Timur Terancam Digusur

Nusantara  SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 , 14:07:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Diminta Pemiliknya, Warga Depok Timur Terancam Digusur
RMOLJateng. Karena menempati lahan milik orang lain, sedikitnya 42 kepala keluarga di kampung Depok Timur RT 6 Rw 2 Kelurahan Kembangsari Semarang Tengah terancam digusur. Pasalnya, pemilik lahan yang ditempati warga tersebut meminta warga untuk mengosongkan lahanya.

Untuk mencegah terjadinya gesekan, Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto memimpin langsung sosialisasi pengosongan lahan tersebut kepada warga dan menyampaikan kepada warga kalau lahan yang ditempati warga diminta oleh pemiliknya.

Kita berusaha humanis, makanya kita mendatangi warga untuk mensosialisasikan kalau lahan yang ditempati warga diminta oleh pemiliknya. Kita sudah cek ke BPN dan ternyata benar kalau lahan yang ditempati warga adalah tercatat milik PT Sango,” ujar Fajar.

Dalam sosialisasi tersebut, Fajar berharap warga dapat kooperatif, sehingga saat pembongkaran nantinya tidak terjadi permasalahan berarti dan warga tidak dirugikan.

Secara administrasi memang tanah milik PT Sango, tapi warga juga sudah menempati lahan tersebut puluhan tahun. Jadi diharapkan warga juga mendapatkan tali asih,” tambahnya.

Untuk memediasi persoalan tersebut lanjut Fajar, pihaknya akan mengumpulkan warga, PT Sango, camat dan pihak-pihak terkait untuk menemukan solusi yang terbaik sebelum pengosongan.

Kita akan undang semua pihak-pihak yang bersangkutan untuk mendapatkan solusi terbaik. Warga tidak dirugikan dan pemilik tanah juga mendapatkan haknya,” tandas Fajar.

Ketua RT setempat, Hadi Suparno mengaku kaget mendengar kabar kalau tanah yang ditempati warganya adalah milik PT Sango. Karena tanah tersebut sudah ditempati warganya puluhan tahun.

Kaget banget mendengar kalau tanah itu diminta oleh pemiliknya. Saya awalnya juga tidak tahu kalau lahan yang ditempati warga itu milik orang lain. Karena mereka sudah puluhan tahun di sini,” ujarnya.

Meski demikian Hadi Suparno mengakui warganya tidak memiliki surat kepemilikan tanah. Pasalnya, era dulu surat tanah tidak begitu diperhatikan yang pentinga tidak ada masalah. Namun demikian ada beberapa warga yang sudah mengajukan pengurusan sertifikat.

Orang dulu yang penting tidak ada masalah ya sudah, tidak perlu mengurus surat tanah,” tandasnya.

Sementara itu Ramli, salah seorang warga mempertanyakan keberadaan surat tanah yang dimiliki pemilik. Pasalnya ia yang sudah puluhan tahun menempati tanah tersebut.

Dulunya saya sewa, setelah penyewa meninggal dunia sampai sekarang tidak menyewa lagi, saya akui tidak punya surat kepemilikan tanah,” ujar Ramli. [jie]



Komentar Pembaca
Generasi Golkar Kehilangan Sentuhan Soeharto

Generasi Golkar Kehilangan Sentuhan Soeharto

MINGGU, 22 SEPTEMBER 2019 , 21:46:52

Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

Ngopi Bareng bersama Kapolda Jateng Dan Pangdam IV/ Diponegoro
Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 , 23:04:00

Festival Audisi Tari Ratoh Jaroe

Festival Audisi Tari Ratoh Jaroe

MINGGU, 25 AGUSTUS 2019 , 10:37:00