Meluruskan Pandangan Soal Raden Patah, Sahabat Lestari Gelar FGD

Nusantara  SABTU, 07 SEPTEMBER 2019 , 13:33:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Meluruskan Pandangan Soal Raden Patah, Sahabat Lestari Gelar FGD
RMOLJateng. Untuk meluruskan pandangan yang keliru dari tokoh dan budayawan Ridwan Saidi yang menyebut Raden Patah adalah Yahudi, yayasan Dharma Bakti Lestari bekerjasama dengan Sahabat Lestari dan Media Group menggelar Focus Group Discussion dengan tema "Menyegarkan Sejarah Raden Fatah, Sabtu (7/9/2019) di Hotel Amantis Demak.

Perwakilan Yayasan Dharma Bakti Lestari, Ratno Lukito menyampaikan FGD ini dilakukan untuk meluruskan kembali pandangan keliru yang sempat diungkapkan Ridwan Saidi melalui media sosial terkait Raden Fatah dan Sultan Trenggono.

"Untuk meluruskan soal Raden Patah dan Sultan Trenggono, kita sengaja gelar acara FGD dengan narasumber yang berkompeten," ujar Ratno Lukito.

Dalam acara tersebut Sahabat Lestari menghadirkan Guru Besar Emertius UGM Prof. Djoko Suryo, Guru Besar UGM Prof. Dr. Inajati Adrisjianti, Guru Besar UGM Prof. Dr. Chamamah Suwarno, Rektor Unisnu Dr. Sa'adullah Assaidi, Guru Besar UIN Jogjakarta.

Kemudian Prof. Dr. Ratno Lukito yang juga menjadi perwakilan dari Yayasan Dharma Bakti Lestari, Pembantu Dekan I Undip Dr. Alamsyah, dosen-dosen Undip, Dikbud Provinsi Jateng Joko Nugroho, M.A.

Lalu tidak ketinggalan takmir Masjid Agung Demak K.H Drs. Abdullah Syiffa, Ketua PDM Demak Drs. Suali, PMII Demak Ahmad Habib Afifydin, IPNU Demak Mustaqin, Ketua PMII Jogja Sidik Nur Toha, Sejarawan Demak dan tokoh masyarakat lainnya.

"Dengan adanya FGD ini diharapkan dapat meluruskan sekaligus merekonstruksi kembali ketokohan Raden Fatah dan Sultan Trenggana adalah nyata. Bukan hanya tokoh fiksi ataupun dongeng," tambah Ratno.

Dalam FGD dapat disimpulkan keberadaan Kerajaan Demak yang dipimpin Raden Patah sebagai bukti eksistensi kerajaan di pesisir utara Pulau Jawa itu dalam kekuatan politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

Jejak sejarah dalam bentuk artefak sebagai peninggalan kerajaan Demak, hingga kini masih dapat dilihat. [jie]

Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00