Apa Kabar Kampung Pelangi Semarang ?

Pariwisata  JUM'AT, 06 SEPTEMBER 2019 , 21:12:00 WIB | LAPORAN: BAKTI BUWONO

Apa Kabar Kampung Pelangi Semarang ?
RMOLJateng. Bagaimana kabar kampung pelangi setelah dua tahun dibuka?

Pada RMOLJateng, ketua Pokdarwis Kampung Pelangi, Slamet Widodo bercerita bahwa kondisi sekarang berbeda dibanding awal dibuka.

"Sekarang yang mengelola masyarakat, kemarin (awal) masih dibantu pemerintah. Pengecatan pun sudah sejak dua tahun hasil swadaya masyarakat," ceritanya, Jumat (6/9/2019).

Ndan Slawi, sapaan akrabnya, mengatakan biar tidak pudar, warga selalu iuran untuk memperbaharui cat setahun sekali.

Biasanya, pengecatan oleh warga dilakukan menjelang hari kemerdekaan.

"Karena swadaya ya ngecatnya yang kelihatan saja. Kalau yang jangakuannya sulit. Misal genting ya engga," tuturnya.

Diakuinya, meski tidak seramai dulu, kampung pelangi saat ini sudah dikenal. Pengunjung terbanyak pada akhir pekan.

Banyak pengunjung yang berasal dari luar kota, hingga luar negeri. Bahkan kampungnya pun jadi objek penelitian sejumlah dosen.

Ia mengakui saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Semisal bagaimana terus menghidupkan kampung pelangi agar eksistensinya tetap terjaga.

"Anak muda kampung kami rencana mau bikin usaha ternak ikan di kali. Jika jadi bisa jadi objek baru di kampung kami. Ke depan kami juga ingin membuat destinasi wisata air di kampung pelangi," tutur Slawi.

Selain itu, ia juga berencana menggelar festival Kampung Pelangi yang berisi lomba mural, hingga fotografi pada Desember mendatang.

Slamet sadar bahwa berbagai even harus terus digalakkan karena latar belakang kampung pelangi bukan kampung budaya atau sejarah.

Meski begitu, pihaknya tetap berusaha mengembangkan seni budaya. Seni yang dikembangkannya adalah grup jathilan.

"Di sini kampung pinggir kota, dimana kami harus benar-benar kreatif. Tidak hanya sekadar mengandalkan selfie. Oh iya, sekarang di kampung kami ada gardu pandang baru," tuturnya.

Di balik usaha warga, ada ganjalan untuk memgembangkan kampung pelangi, yaitu dana.

Slamet berujar tidak mungkin mengandalkan iuran warga terus menerus.

Ia berharap, pemerintah kota Semarang membuka peluang untuk menarik retribusi bagi pengunjung.

"Dengan begitu, warga terbantu saat harus mempercantik kampung pelangi. Paling tidak bisa buat beli cat," tuturnya.

Di sisi lain, usaha yang didirkan warga, khususnya warung, tidak semulus pada awal dibuka.

"Dari 65 warung, kini yang buka hanya tinggal 10 warung," jelasnya. [jie]





Komentar Pembaca
Generasi Golkar Kehilangan Sentuhan Soeharto

Generasi Golkar Kehilangan Sentuhan Soeharto

MINGGU, 22 SEPTEMBER 2019 , 21:46:52

Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

Ngopi Bareng bersama Kapolda Jateng Dan Pangdam IV/ Diponegoro
Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 , 23:04:00

Festival Audisi Tari Ratoh Jaroe

Festival Audisi Tari Ratoh Jaroe

MINGGU, 25 AGUSTUS 2019 , 10:37:00