Dishub Kota Semarang Temukan Karcis Parkir "Palsu"

Hukrim  RABU, 04 SEPTEMBER 2019 , 14:46:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Dishub Kota Semarang Temukan Karcis Parkir
RMOLJateng. Dishub Kota Semarang bersama tim saber pungli Polrestabes Semarang melakukan penertiban terhadap jukir-jukir yang ada di tepi jalan umum.

Hal ini untuk mencegah maraknya jukir liar dan jukir yang memungut dana parkir diluar ketentuan sekaligus mensosialisasikan kenaikan tarif parkir di Kota Semarang.

Dalam penyisiran yang dipimpin Kabid Perparkiran Joko Adi Santoso ini, petugas menyisir jalan Mataram, Bubakan dan kawasan Pasar Johar.

Beberapa jukir yang ditemui petugas, semuanya jukir resmi namun masa berlaku KTA nya telah habis. Joko Adi bersama petugas lainnya memerintahkan kepada jukir untuk segera mengurusnya.

"Bapak-bapak harus tertib, KTA nya segera diurus untuk memperpanjangnya, supaya kami dapat memantau dengan baik," himbau Joko Adi disambut anggukan kepala para jukir.

Karsiman, seorang jukir di Jalan MT Haryono mengaku senang dengan adanya penertiban yang dilakukan oleh Dishub, selain itu dirinya senang diingatkan untuk mengurus perpanjangan KTA.

"Alhmadulillah masih diperbolehkan parkir disini meski KTA saya telah habis. Makanya setelah ini saya akan mengurus perpanjangan KTA," ujar Karsiman.

Dalam penyisiran di kawasan Pasar Johar, petugas menemukan karcis palsu yang tidak dikeluarkan oleh Dishub namun dipergunakan oleh Jukir untuk memungut parkir di tepi jalan umum.

"Sekilas karcis parkir ini untuk parkir khusus, namun karcis ini bukan kita yang mengeluarkan, makanya kita sita," tandasnya.

Daryono, pemilik karcis yang diduga palsu itu menyebutkan kalau karcis didapatkan dari seseorang berseragam Dishub dan harus setor Rp 45 ribu/hari.

"Karcis diantar oleh orang Dishub, jadi saya tahunya karcis itu asli," ujar Daryono.

Menanggapi temuan karcis parkir tersebut, Joko Adi mengaku akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan akan menyelidiki ijinnya.

"Kami akan lakukan penyelidikan lebih lanjut, kita juga akan cek perijinannya apakah dia memiliki ijin parkir khusus atau tidak, karena yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan ijinya," ujar Joko Adi.

Kalau pun memiliki ijin parkir khusus, karcis juga dikeluarkan oleh Dishub Kota Semarang. Sementara karcis yang ditemukan di lapangan tidak dikeluarkan oleh Dishub.

"Kecuali parkir yang dikelola oleh swasta, mereka mengeluarkan karcis sendiri. Karcis yang kita temukan tadi bukan produk kami, dan pengakuan karcis dari orang Dishub akan kita lakukan penyelidikan lebih lanjut," tandasnya.

Lebih lanjut Adi menegaskan, untuk meningkatkan pendapatan dari sektor parkir, pihaknya akan menggunakan sistem parkir berlangganan.

"Dengan konvensional seperti sekarang, pendapatan antara Rp 3 sampai Rp 3,5 Milyar, sementara kalau parkir berlangganan bisa Rp 50 sampai Rp 75 Milyar," pungkasnya. [jie]






Komentar Pembaca
Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 14:25:41

Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Gunungpati Semarang
Walikota Medan Terjaring OTT KPK

Walikota Medan Terjaring OTT KPK

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 11:36:34

Ngopi Bareng bersama Kapolda Jateng Dan Pangdam IV/ Diponegoro
Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 , 23:04:00

Menolak RUUPKS Di Semarang

Menolak RUUPKS Di Semarang

SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 , 11:52:00