Pengusaha Khawatir Aturan Tentang Jamu Masuk Dalam RUU Kesehatan

Kesehatan  SENIN, 02 SEPTEMBER 2019 , 12:45:00 WIB | LAPORAN: BAKTI BUWONO

Pengusaha Khawatir Aturan Tentang Jamu Masuk Dalam RUU Kesehatan
RMOLJateng. Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Indonesia (GP Jamu) khawatir industri jamu akan lesu jika RUU Kesehatan disahkan.

Apalagi jika ada aturan yang terlalu rigid terkait penggunaan bahan baku jamu.

"Bayangkan bagaimana suramnya industri jamu kita kalau dijalankan?. Misalnya, kalau campuran bahannya melebihi dari yang dicantumkan, bisa dianggap pidana. Contoh,  Temulawak lima gram tapi sebenarnya enam gram, itu akan terkena pasal pidana," tutur  Ketua Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Indonesia (GP Jamu) Charles Saerang, Senin (2/9/2019).

Ia mengatakan, selama dibawah kementerian kesehatan, ruang lingkupnya hanya sebatas regulasi-regulasi.

Ditambah regulasi justru menghambat perkembangan industrinya.

Contohnya, belum adanya industri bahan alami dan industri bahan pengembangan jamu. Berbagai kesulitan itu yang membuat industri jamu stagnan.

Bahkan, dari 1.200 pabrik jamu yang dulu ada, hanya tersisa 800 pabrik.

"Jamu kan bukan obat. Ini adalah minuman tradisional yang perlu dikembangkan industrinya. Kalau hanya regulasi yang dikedepankan, pengusaha jamu akan kesulitan," tuturnya.

Charles mengatakan pernah menyampaikan itu pada presiden Jokowi empat tahun lalu.

Tanggapan presiden? Ia mengatakan, Jokowi memberi sinyal positif dan bahwa jamu akan dimasukkan di bawah Kementerian Perindustrian.

"Ini yang disadari Jokowi bahwa jamu harus masuk ke perindustrian. Untuk ke arah sana, harus melalui DPR," ucapnya.

Di sisi lain, Charles mengapresiasi peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang selama ini membina industri jamu di Indonesia.

Ia bahkan menyarankan wewenang BPOM untuk jamu, sebagai regulator, harus ditambah dalam RUU Pengawas Obat dan Makanan (POM).

"Kami sudah meminta poin pembinaan jamu karena selama ini yang membina kami kan  BPOM. Tapi rupanya mereka (anggota DPR) akan menurunkannya dalam peraturan tersendiri," imbuhnya.

Salah satu langkah nyata BPOM membina jamu adalah memfasilitasi GP Jamu dalam penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) dengan pengusaha importir China di Guansu.

Keberhasilan menembus pasar China ini merupakan hasil dari roadshow Kepala BPOM dan Tim Badan POM serta Tim GP Jamu.

"Kalau sebagai regulator saja sudah membantu kita, lalu apa peran Kementerian Kesehatan? Padahal pembinaan itu berada di bawah Kemenkes," ungkapnya.

Charles pun berharap agar BPOM juga bisa membantu industri jamu menembus pasar China sesuai dengan peraturan dan regulasi negara tersebut. [jie]





Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00