Tak Hanya Diri Sendiri, Budaya 'Ngaret' Juga Rugikan Orang Lain

Ekonomi  RABU, 07 AGUSTUS 2019 , 22:57:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Tak Hanya Diri Sendiri, Budaya 'Ngaret' Juga Rugikan Orang Lain
RMOLJateng. Semakin maju perkembangan zaman membuat waktu menjadi ukuran yang sangat penting. Tidak tepat waktu dapat membuat banyak hal berubah seperti janji atau belajar.

Hal tersebut dipahami oleh sosiolog dan peneliti independen, Bayu A Yulianto. Dia menilai, tidak tepat waktu dapat berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain.

Menurutnya, kerugian terhadap tidak tepat waktu adalah mengurangi produktivitas, hilangnya kepercayaan dari pihak lain, citra diri yang negatif, bahkan menggangu pelayanan publik.

"Tidak tepat waktu yang disengaja atau istilahnya 'ngaret' dapat berakibat buruk bagi orang lain dan diri sendiri. Hal ini diperparah dengan kecenderungan seseorang untuk memaklumi hal tersebut sehingga menjadi budaya negatif,"kata dia, dalam diskusi bertema 'Anti Ngaret' oleh Grab Indonesia di Semarang, Selasa (6/8).

Bayu menambahkan, di negara-negara maju, masyarakat sudah sangat menghargai waktu. Menurutnya, keterlambatan dalam hitungan menit masih dapat ditolerir.

"Namun kalau sudah ngaret banyak ya itu dianggap sesuatu yang tidak sopan,"ungkap dia.

Sementara itu, Senior Manager Marketing Grab Indonesia, Michael Dwi Putra, menambahkan sekarang ini penggunaan waktu seefisien mungkin sangat dibutuhkan.

Sehingga, lanjut dia, tidak terjerumus menjadi masyarakat yang selalu membudayakan mengulur waktu atau ngaret.

Dia memaparkan, pihaknya ingin menyoroti fenomena 'ngaret' yang sudah sangat lazim di Indonesia.

"Apa yang mau kami highlight di sini bukan kami memfasilitasi orang yang sudah terbiasa dengan budaya malas, tapi justru orang-orang yang sangat menghargai waktu. Kami ingin mendukung mereka. Misi kami mendorong Indonesia lebih maju dan meningkatkan kualitas hidup seseorang," kata Michael.

Dia menerangkan, kampanye antingaret juga dilakukan di kota-kota lain seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.[dit]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pembagian Ayam Gratis

Pembagian Ayam Gratis

RABU, 26 JUNI 2019 , 11:21:00

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

RABU, 10 JULI 2019 , 13:25:00

Semarang Night Carnival 2019

Semarang Night Carnival 2019

RABU, 03 JULI 2019 , 20:26:00