Jelang Idul Adha, Pemprov Jateng Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban

Daerah  SENIN, 05 AGUSTUS 2019 , 20:37:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Jelang Idul Adha, Pemprov Jateng Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban
RMOLJateng. Menjelang Hari Raya Raya Idul Adha 1440 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah intensif melakukan pemeriksaan hewan kurban.

Kepala Disnakkeswan Provinsi Jateng Lalu Muhammad Syafriadi, mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan di beberapa titik.

Kata dia, dari hasil pemeriksaan tercatat laporan bahwa semua hewan kurban telah memenuhi syarat kesehatan yang ditentukan untuk kurban.

"Bahwa sesuai dengan Undang-Undang 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012,  pemerintah berkewajiban dalam penjaminan pangan yang berasal dari produk hewan," katanya, Senin (58).

Lalu menerangkan pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap penyediaan dan peredaran produk pangan asal hewan, termasuk hewan kurban.

Menurutnya, hewan kurban harus  memenuhi persyaratan layak dan aman untuk dikonsumsi. Dia menjelaskan, hewan kurban tersebut harus normal tidak menyimpang dari karakteristik yang seharusnya dimiliki sehingga dapat diterima oleh masyarakat.

Selain itu, Lalu menjelaskan yang perlu diwaspadai oleh masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha adalah hewan kurban yang sakit atau tidak memenuhi syarat kesehatan hewan kurban.

"Sebaiknya hewan kurban sudah berusia dewasa atau matang kelamin sehingga memenuhi syarat, syukur-syukur kalau kondisinya gemuk dan yang terpenting adalah sehat sehingga tidak menularkan penyakit," ujarnya.

Kata dia, masih ditemui hewan yang belum cukup umur sebagai hewan kurban, adanya kasus penyakit zoonosis pada hewan kurban seperti cacingan, pneumonia, dan scabies.

Tak hanya itu, masih terdapat pula hewan betina produktif yang digunakan sebagai hewan kurban dengan alasan harganya yang lebih murah daripada hewan jantan, serta kondisi Jawa Tengah sebagai daerah endemik penyakit zoonosis seperti antraks.

Meski demikian, pihaknya tidak bisa menjatuhkan sanksi jika dalam pemeriksaan lanjutan terdapat  hewan kurban yang sakit atau tidak memenuhi syarat.

"Jika ditemukan hewan kurban berpenyakit, ya kami hanya bisa meminta pedagangnya tidak menjualnya karena belum ada sanksi dan tidak ada anggaran biaya untuk menariknya," katanya.

Para pedagang hewan kurban sebelumnya juga telah diimbau untuk melakukan vaksinasi kepada hewan-hewan kurban yang dijualnya guna mencegah penularan penyakit dari hewan ke manusia yang mengkonsumsinya. [jie]





Komentar Pembaca
Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 14:25:41

Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Gunungpati Semarang
Walikota Medan Terjaring OTT KPK

Walikota Medan Terjaring OTT KPK

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 11:36:34

Ngopi Bareng bersama Kapolda Jateng Dan Pangdam IV/ Diponegoro
Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 , 23:04:00

Menolak RUUPKS Di Semarang

Menolak RUUPKS Di Semarang

SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 , 11:52:00