Duuuh, Gubernur Ganjar

Catatan Jayanto  MINGGU, 04 AGUSTUS 2019 , 11:59:00 WIB | OLEH: JAYANTO ARUS ADI

Duuuh, Gubernur Ganjar
PERISTIWA dramatik, OTT KPK yang menimpa Bupati Kudus Ir H M Tamzil bagai tsunami yang mengguncang Bumi Kepodang-sebutan untuk Provinsi Jawa Tengah. Publik Jawa Tengah terhenyak, tegang, masgul, nyaris tak percaya, seperti wayang kehilangan gapetnya.

Realitas gado-gado bersirobok, dalam manuver tak karu-karuan mewarnai suasana batin masyarakat provinsi ini.

Apa iya…, apa betul.., kok bisa….., kasihan sekali..., celoteh berupa-rupa meliur-liur tanpa batas terus saja bergulir. Belum ada satu tahun Pak Tamzil, tokoh jangkung kelahiran 16 Agustus 1981 ini kembali menjadi orang nomor satu di Kota Kretek.

Sosok Tamzil memang bukan orang asing di sini. Dia pernah menjadi ASN dengan karier kinclong Kepala DPU Kabupaten Kudus 1991. Dari Kudus dia kemudian bergeser dalam rangka tour of duty untuk pos yang sama di Kabupaten Semarang. Kiprahnya terbilang lempong dan moncer, maka ketika Pilkada untuk memilih Bupati Kab Semarang, waktu itu Tamzil jadi tokoh yang mendapat tiket mendampingi Bambang Guritno 2000-2003
Duet Bambang Guritno " M Tamzil menjadi Bupati " Wakil Bupati Kabupaten Semarang untuk periode 2000-2005.

Sayang pengabdian Tamzil tak sampai akhir, karena 2003 dia maju untuk Kudus Satu " sebutan untuk Bupati Kudus. Langkah mantan Staf Ahli Ganjar Pranowo ini entah sudah dihitung, artinya dipersiapkan, ataukah sebuah spekulasi alias gambling semata.

Untuk diketahui Pilkbup Kudus 2003 menjadi perhelatan paling seru. Duel dua jawara, yakni Tamzil dan Mustofa terjadi pada periode ini, 2003-2008. Ketika itu Tamzil tampil sebagai pemenang. Mustofa belum beruntung.  
 
Sebagai Bupati Tamzil terbilang sukses, dan sebenarnya kans untuk terpilih lagi andai dia nyalon cukup terbuka. Namun langkah yang ditempuh tidak ke sana, Tamzil justru maju menjadi calon gubernur Jawa Tengah.

Lagi lagi Pilgub ketika itu, tahun 2009 juga menjadi perhelatan demokrasi yang luar biasa. Empat calon berlaga untuk memperebutkan menjadi lurahnya wong Jawa Tengah alias gubernur provinsi dengan lambang Borobudur ini.
 
Gagal menjadi gubernur Tamzil kembali menjadi ASN aktif. Luar biasa, kiprahnya saya bisa menilai sebagai ASN kinerjanya boleh dibilang tetap saja apik. Proses untuk comeback semacam ini jelas tak mudah. Apalagi untuk sebuah dunia birokrasi. Inilah prestasi, atau sebut kepiawaian Tamzil yang harus dipapresiasi.

Di sisi lain publik bisa saja nyinyir karena naluri itu bisa disebut sebagai kutu loncat. Di sini boleh boleh saja orang menilai Tamzil merupakan sosok ambisius, sekaligus haus jabatan. Benar apa tidak, lazim atau sebaliknya sisi itu biarlah orang menilai dari perspektif, dan cara pandangnya masing masing. Namun apa yang tergelar dari perjalanan hidup, juga karier Tamzil bagaimana pun merupakan pelajaran yang berharga.

Simak saja, bersinar, timbul, kemudian tenggelam itulah Tamzil. Era Ganjar agaknya jadi momen kurang berpihak padanya. Karena beberapa tahun di periode pertama Ganjar mantan Bupati Kudus ini sempat dikotak menjadi Staf Ahli Gubernur. Jabatan yang konon menjadi tampat parkir orang orang yang tak masuk menjadi pilihan sang gubernur.

Saat jadi Staf Ahli ini persoalan hukum merudungnya. Putusan pengadilan bahkan mewajibkan Tamzil menjalani masa hukum satu tahun delapan bulan. Tamzil sempat menjadi penghuni LP Kedungpane. Di lembaga permasyarakatan ini dia bertemu, dan kemudian berkarib dengan Agus Suryanto alias Agus Kroto.  

Suratan nasib benar benar tragis, pertalian dengan Agus Kroto menjadi akhir dari sebuah kebersamaan dan duet seiring. OTT KPK menghantarkan keduanya menatap kembali ke Hotel Prodeo. Peristiwa dramatik ini menstimulasi berupa reaksi, sekali lagi seperti wayang kehilangan gapet.

Lunglai, lemas tak berdaya, tetapi itulah realitas yang terjadi. Iki lakone Tamzil tenan mas Brow.

Ya, inilah pelajaran, bukan sekadar pelajaran, tetapi ujian. Lhaaah ujian buat siapa. Satu hal sebagai renungan di balik tragedi OTT KKP ini, menyimak sejumlah pemberitaan, baik elektronik muapun cetak ada pernyataan yang membuat saya kaget, terpengarah, kecewa, dan tak habis pikir adalah pernyataan sang Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Ganjar berkomentar keras, bukan hanya keras menurut hemat penilaian kami menjurus kasar.

Barangkali tidak elok, seorang gubernur Jawa Tengah notabene sebagai wong jowo, orang timur memproduksi diksi seperti ndableg, memalukan, silakan klik dan baca kembali pemberitaan beberapa media seputar kasus OTT KPK terhadap Tamzil.

Catatan saya ini jangan diassumsikan saya membela Tamzil, tidak sama sekali. Hanya menyimak statemennya saya menilai Ganjar tidak cukup bijak.

Penilaian saya ini didasari fakta empiris, karena Ganjar pernah juga melakukan kecerobohan yang sama, yakni  ketika Sidak di Jembatan Timbang kawasan Pantura di awal periode pertamanya menjadi gubernur Jateng. Di depan kamera dia marah, ekspresif tertuju pada petugas jembatan itu. Publik heboh memuji dan bertepuk tangan karena Ganjar tegas terhadap Pungli.

Fakta yang terjadi setelah beberapa saat lewat, dan mengalami pemutahiran faktual kejadian sesungguhnya tidak seperti itu. Uang yang didapati saat Ganjar sidak bukanlah uang Pungli. Namun uang rebtribusi yang siap untuk disetorkan di Bank. Sang petugas tidak berkesempatan untuk menjelaskan, apalagi membela diri. Padahal informasi yang kemudian terklarifikasi uang tersebut, benar benar bukan pungli.

Nestapa tak pelak lagi menjadi sebuah hukuman tanpa kesalahan yang  harus dijalani.  Sang anak malu karena bapaknya dituduh korupsi, sang bapak sendiri kemudian stres, depresi bahkan kemudian stroke.  

Kasus OTT KPK dan Sidak Jembatan Timbang adalah dua hal yang berbeda. Tetapi pernyataan seorang gubenur yang galak, dengan marah yang seperti terilustrasiksn pada berita buat saya memprihatinkan.

Sebagai gubenur Ganjar adalah bapak bagi wong Jawa Tengah. Ketika ada anak salah wajar bapak marah. Tetapi kemarahan yang tidak perlu dieksplotasi, apalagi untuk mempermalukan.
 
Kita prihatin, tentu saja malu, namun beri kesempatan KPK untuk melaksanakan tugas dan fungsinya. Kita sebagai masyarakat menjadikan ini sebagai pelajaran. Barangkali ada yang salah dengan demokrasi di negeri kita. Biaya yang sangat mahal, bahkan tidak rasional bisa jadi menjadi penghela kasus kasus seperti ini terjadi.

Karenanya lebih tepat menyembuhkan, mengobati kasus kasus semacam ini jangan sekadar melihat di hilirnya. Persoalan di hulu perlu juga dibenahi.  

Saya lebih setuju dan berharap seorang Gubernur, seperti Ganjar Pranowo menyampatkan pernyataan seperti itu. Apalagi momentum dan timing sedang dalam rangka rekonsiliasi nasional. Jika Ganjar adalah bagian dari tokoh yang diharapkan dapat berkiprah pada era 2024 mendatang, jelas strategis komunikasi Ganjar harus dikoreksi. Ganjar memang bukan Jokowi, tetapi kita bisa banyak belajar dari Presden Kita Joko Widodo.  

Dengan kekuatan full power wong Solo ini tetap saja menjadi presiden yang tidak umuk, namun tetaplah bersharaja. Ada pepatah jawa sederhana bisa menjadi sandaran di sini, seperti ‘’La mun siro banter ojo nglancangi, lamun siro pinter aja minteri, lamun landep aja nathoni, lamun siro kuwoso aja degsura,l lamun siro sugih ojo terus umuk’’.
 
 
Jayanto Arus Adi
Pemimpin Umum RMOL Jateng, Pokja Hukum Dewan Pers Indonesia  



Komentar Pembaca
Langkah Ahimsa Seorang Sri Puryono

Langkah Ahimsa Seorang Sri Puryono

SABTU, 26 OKTOBER 2019

Mboten Ngapusi, Mboten Korupsi

Mboten Ngapusi, Mboten Korupsi

RABU, 18 SEPTEMBER 2019

Me-(l)-rapor Gubernur Ganjar

Me-(l)-rapor Gubernur Ganjar

MINGGU, 25 AGUSTUS 2019

Assalamualaikum Prof Yos, Jos Johan Utama
Setiap Zaman Ada Pemimpinnya, Setiap Pemimpin Ada Zamannya
Assalamualaikum Amien Rais

Assalamualaikum Amien Rais

SENIN, 29 APRIL 2019

Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00