Mantan Juara Dunia Bulutangkis Binaan Djarum Sesalkan KPAI

Olahraga  RABU, 31 JULI 2019 , 09:41:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Mantan Juara Dunia Bulutangkis Binaan Djarum Sesalkan KPAI
RMOLJateng. Mantan juara dunia bulutangkis binaan PB Djarum Kudus, Hariyanto Arbi menyesalkan langkah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menuding adanya eksploitasi dalam kegiatan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2019.

Pebulutangkis yang pernah menjuarai All England dan Piala Thomas itu menilai langkah KPAI itu justru berpotensi menghambat prestasi atlit dan sekaligus membungkam lagu Indonesia Raya berkumandang di berbagai ajang kejuaraan bulutangkis level internasional.

Hariyanto Arbi adalah salah satu contoh hasil audisi dan pembibitan PB Djarum. Bertahun-tahun, pebulutangkis asli Kudus ini digembleng oleh PB Djarum.

Hariyanto Arbi menegaskan, tidak ada eksploitasi sewaktu ia menjalani pelatihan dan pembinaan.

Menurutnya justru PB Djarum justru memberikan banyak jasa dalam hidupnya dan ribuan atlet bulutangkis lainnya.

"Tanpa PB Djarum apalah artinya saya? Apakah KPAI sudah pernah menghitung berapa banyak prestasi yang telah diukir oleh atlet binaan PB Djarum?" tanya pebulutangkis yang terkenal dengan julukan Smash 100 Watt ini, Rabu (31/7/2019).

Seperti diketahui, Djarum Foundation kembali menyelenggarakan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2019.

Tahun ini, rangkaian seleksi digelar di lima kota yakni Bandung, Purwokerto, Surabaya, Solo Raya dan Kudus.

Proses seleksi difokuskan pada dua kelompok usia yakni U-11 (di bawah usia 11 tahun) dan U-13 (di bawah usia 13 tahun) baik putra dan putri yang akan diasah kemampuannya menjadi calon juara bulutangkis Indonesia bersama PB Djarum.

Hariyanto Arbi berharap KPAI fair terkait hal ini. Ia ingin sebelum mengeluarkan pernyataan lembaga itu menghitung jumlah lagu Indonesia Raya yang telah dikumandangkan di seantero dunia berkat prestasi atlit bulutangkis.

Padahal berkat raihan prestasi itu juga berjuta-juta pasang mata menyaksikan Sang Saka Merah Putih dinaikkan lebih tinggi dibanding bendera negara lainnya.

"Pasti KPAI tidak pernah menghitungnya. Apakah semua prestasi, hasil yang membanggakan dan contoh hidup yang diperlihatkan atlit bulutangkis tidak menjadi pertimbangan KPAI. Malah mereka berusaha menghentikan semua kegiatan positif ini?" sesal Hariyanto Arbi yang juga tim pencari bakat saat Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018. [jie]






Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pembagian Ayam Gratis

Pembagian Ayam Gratis

RABU, 26 JUNI 2019 , 11:21:00

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

RABU, 10 JULI 2019 , 13:25:00

Semarang Night Carnival 2019

Semarang Night Carnival 2019

RABU, 03 JULI 2019 , 20:26:00