Anakan Kebo Bule Kraton Solo Itu Akhirnya Punya Nama, 'Nyai Sela'

Nusantara  MINGGU, 21 JULI 2019 , 16:36:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Anakan Kebo Bule Kraton Solo Itu Akhirnya Punya Nama, 'Nyai Sela'
RMOLJateng. Anakan kebo bule milik Kraton Solo yang lahir pada Selasa (16/7) lalu kini sudah memiliki nama. Uniknya proses pemberian nama anakan kebo bule ini juga digelar acara syukuran sepasaran (5 hari) dengan menyediakan bancakan nasi sayur dan urap beserta bermacam tenongan atau jajanan pasar.

Pelaksana dan pengelola  Alun-alun Kidul Keraton Kasunanan Surakarta KRMH Aditya Soeryo Harbanu kepada RMOLJateng  mengatakan, pemberian nama kagungandalem mahesa pusaka klangenan Keraton Surakarta itu (kebo bule) biasanya langsung oleh GKR Wandansari, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) maupun Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta.

"Nama itu sesuai dawuh (perintah)  Gusti Wandan diparingi asma Nyai Sela," jelasnya, Minggu (21/7) siang.

Berkaitan dengan acara sepasaran sekaligus pemberian nama bagi anakan kebo bule itu, lanjut KRMH Aditya Soeryo Harbanu, sudah dilaksanakan hari Sabtu (20/7) siang kemarin.

Dengan kelahiran anakan keturunan kerbau yang rutin dikirab pada malam 1 Sura itu totalnya bertambah menjadi 19 ekor dan dibawah pengelolaan Lembaga Dewan Adat Surakarta.

Ditambahkan juga KRMH Aditya Soeryo Harbanu, untuk biaya perawatan juga perbaikan kandang kerbau yang sudah tidak representatif pastinya biayanya tidak sedikit. Banyak tiang yang sudah lapuk yang di beberapa lokasi kandang yang dinilai sangat berbahaya jika sampai roboh.

"Monggo dipersani (mari dilihat) banyak saka (tiang) yang kayunya sudah lapuk. Biar kuat pilarnya diganti dengan cor beton," imbuhnya.

Biaya untuk perawatan dan pemeliharaan kandang diperoleh dari iuran para pedagang kaki lima yang setiap hari berjualan di seputaran alun-alun selatan atau masyarakat Solo sering menyebutnya Alkid (alun-alun kidul).

"Hasil iuran dari pedagang di alun-alun seharinya hanya  Rp. 2000-Rp.3000, tidak banyak namun cukup membantu. Saat ini memang biaya yang kita butuhkan memang cukup besar untuk mengganti tiang yang sudah rapuh," pungkasnya. [jie]







Komentar Pembaca
Pasar Semawis 2020 Di Semarang

Pasar Semawis 2020 Di Semarang

JUM'AT, 17 JANUARI 2020 , 14:10:00

Suasana Alun-Alun Semarang

Suasana Alun-Alun Semarang

RABU, 22 JANUARI 2020 , 10:24:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00