Pati Duduki Peringkat Empat Penderita HIV/AIDS Di Jateng

Kesehatan  JUM'AT, 12 JULI 2019 , 15:30:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Pati Duduki Peringkat Empat Penderita HIV/AIDS Di Jateng
RMOLJateng. Kabupaten Pati masih menjadi salah satu penyumbang terbanyak penderita HIV/AIDS di Jawa Tengah, jika sebelumnya berada di nomor 5, saat ini kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani ini menempati posisi empat.

Menurut data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pati, selama rentang tahun 1996 hingga 2019 terdapat sebanyak 1463 kasus dan 171 di antaranya meninggal dunia.

Dan pada tahun ini rentang bulan Januari ā€" Mei ada sebanyak 71 kasus dan 2 ODHA di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan, untuk tingkat kematian ODHA tertinggi terjadi pada tahun 2017 yakni 32 orang dengan 172 kasus yang juga tertinggi.

Sementara, resiko HIV/AIDS berdasarkan kelompok pekerjaan, pekerja swasta mendominasi statistik pada tahun ini yakni 25 orang, kemudian diangka 13 ialah wanita pekerja seks (WPA) dan terakhir ibu rumah tangga ada 8 kasus. Ihwal tersebut diutarakan Sekretaris KPA Pati, Hery Supriyono.

ā€¯Hal ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah bersama pihak-pihak terkait di Kabupaten Pati, untuk menekan sedini mungkin penyakit ini,ā€¯ jelasnya usai memimpin rakor penanggulan narkoba bersama instansi terkait, Jumat (12/7).

Melalui kegiatan rakor ini, lanjut Hery, harapannya bisa menekan penyebaran penyakit ini secara bersama-sama. Di antaranya melalui sinergi program dinas terkait.

ā€¯Pencegahan dan penanggulangan kami upayan berjalan sinergi antar instansi. Sehingga bisa menurunkan penyakit yang banyak mendapat stigma buruk ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Hery menuding, meningkatnya temuan penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Pati ini lantaran adanya tempat prostitusi.

Di mana para pendatang (pekerja swasta -red) menjadi penyumbang angka temuan penyakit tersebut.

ā€¯Penyakit HIV/AIDS ini paling banyak disumbang dari kalangan pendatang. Terutama yang bergelut di dunia prosatitusi. Di sana memang banyak  kami temukan,ā€¯ paparnya.

Ditambahkan, dalam rapat kordinasi pihaknya mengundang seluruh pihak-pihak terkait dalam rangka menekan penyebaran penyakit tersebut. Mulai dari sinergi kegiatan pencegahan, pengobatan.

"Ini menjadi pekerjaan berat kami untuk bersama-bersama mencegah. Program pencegahan maupun perawatan sudah ada dan akan ditingkatkan," pungkasnya. [jie]





Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pembagian Ayam Gratis

Pembagian Ayam Gratis

RABU, 26 JUNI 2019 , 11:21:00

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

Atraksi HUT Bhayangkara ke-73 di Semarang

RABU, 10 JULI 2019 , 13:25:00

Semarang Night Carnival 2019

Semarang Night Carnival 2019

RABU, 03 JULI 2019 , 20:26:00