Pembelajaran Berbasis Mata Pelajaran dan Tematik Integratif, Manakah Kurikulum Yang Terbaik?

Opini  JUM'AT, 12 JULI 2019 , 11:02:00 WIB

Pembelajaran Berbasis Mata Pelajaran dan Tematik Integratif, Manakah Kurikulum Yang Terbaik?
Singapura merupakan negara kecil yang maju di kawasan Asia Tenggara bahkan pada segi pendidikannya.

Pendidikan yang ada di Singapura mengedepankan siswanya dalam pencapaian akademik dengan sempurna tanpa membandingkan masing-masing siswa, sehingga ini dapat menjadi suatu perubahan sikap bahwa siswa secara alamiah haruslah belajar.  

Hal ini ditandai dengan Singapura menyusul negara dengan sistem pendidikan yang maju untuk  menghapuskan ujian  nasional yang rencannya akan di terapkan pada siswa pertama dan kedua pada tahun 2019.

Pernyataan dihapuskannya ujian nasional ini dikuatkan oleh Menteri Pendidikan Singapura Ong Ye Kung, yang menyatakan bahwa learning is not competition” untuk itu pendidikan akan mengarah pada pengembangan minat siswa bukan untuk membandingkan siswa dengan angka”, dilansir dari laman Word Economic Forum.

Penghapusan ujian nasional bukan berarti tidak ada penilaian kepada siswa. Guru akan memberikan suatu evaluasi untuk memberikan suatu pemahaman dan umpan balik belajar mengajar.

Sekilas tentang kabar pendidikan di Singapura, lalu bagaimana kurikulum yang ada, khususnya pada jenjang sekolah dasar?  Bagaimana letak perbedaan dengan pendidikan sekolah dasar yang ada di Indonesia?

Selaras dengan dihapuskannya ujian nasional yang ingin meningkatkan pengembangan diri siswa, bersumber pada laman moe.gov.sg kurikulum sekolah dasar di Singapura memfokuskan pada tiga aspek yaitu Subject based learning yang mana pembelajaran berbasis mata pelajaran seperti bahasa, matematika, sains, seni, musik dan studi sosial.

Pelajaran berbasis subjek memberikan kesempatan siswa untuk mengambil kombinasi subjek pada level standar berdasarkan kekuatannya. Siswa dapat mengambil campuran mata pelajaran standar dan dasar melalui pembelajaran ini akan memungkinkan anak Anda untuk mempersiapkan potensi mereka dalam mata pelajaran yang mereka miliki dan membangun pemahaman mereka dalam mata pelajaran yang mereka butuhkan lebih banyak bantuan.

Aspek yang kedua yaitu Knowledge Skills dengan melalui pembelajaran berbasis mata pelajaran dan juga pekerjaan proyek. Ketiga yaitu Character development, melalui interaksi sehari-hari, Pendidikan Karakter dan Kewarganegaraan dan kegiatan ko-kurikuler.

Fokus pendidikan dasar di Indonesia berdasarkan kurikulum 2013 yaitu pembelajaran tematik integratif yang mana proses pembelajarannya menekankan pada pembentukan kreatif, suasana alamiah, dan memperhatikan peserta didik.

Mengedepankan tiga kompetensi (sikap, pengetahuan, keterampilan. Pendekatan pembelajaran saintifik melalui kegiatan mengamati, menanya, mengeksplor, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Fokus lainnya yaitu pada penilaian otentik.
 
Lamanya siswa belajar di sekolah dasar Singapura yaitu sama dengan di Indonesia selama enam tahun dengan jenjang kelas 1 sampai dengan 6. Muatan kurikulum yang ada di Singapura meliputi Bahasa Inggris, Bahasa Bahasa Ibu (Mother Tongue Language), Matematika, Sains, Seni, Musik, Pendidikan Jasmani, Penelitian sosial, Pendidikan Karakter dan Kewarganegaraan.

Jumlah muatan kurikulum yang ada di Singapura hampir sama dengan di Indonesia, yang mana meliputi Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (hanya kelas 4 s/d 6), Ilmu Pengetahuan Sosial (hanya kelas 4 s/d 6), Seni Budaya dan Keterampilan, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.

Menariknya keduanya sama-sama menerapkan pendidikan karakter  melalui mata pelajaran yang hampir sama.

Dalam muatan kurikulum Singapura, bahasa ibu terdiri dari tiga bahasa, tingkat kebahasaan yang lebih tinggi dapat ditawarkan kepada siswa bergantung dengan hasil MTL siswa bersangkutan, sedangkan di Indonesia menggunakan satu bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia ditambah ma ta pelajara bahasa daerah pada muatan lokal.

Mulai 2019, Singapura menghapus ujian nasional untuk penentu kelulusan, penilaian di lakukan sepenuhnya oleh guru yanng dapat mengembangkan siswa. Di Indonesia ujian nasional masih di berlakukan dengan tiga mata pelajaran yang diujikan seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Alam.
 
Lalu lebih bagus mana antara kurikulum pendidikan dasar  Singapura atau Indonesia? sejatinya kurikulum dirancang sesuai dengan analisis kebutuhan dan berdasarkan tujuan negara. tidak ada standar internasional untuk pencapaian pendidikan.

Standar- standar tersebut hanya diciptakan suatu lembaga survei yang memang beda pada tiap lembaga tersebut. Singapura memiliki fokus pendidikan yang berbeda dengan indonesia. namun keduanya dikatakan baik sesuai dengan apa yang ingin dicita-citakan.

Bahkan untuk sektor pendidikan tidak hanya di dapat dipandang dari satu sektor saja. Banyak sektor yang mempengarhui kualitas pendidikan selain kurikulumnya sendri, seperti letak geografis, ekomomi, infrastruktur, dan lainnya turut andil sebagai pengaruh besar.

Awal Faizin
Mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, UNNES




Komentar Pembaca
Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 14:25:41

Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Gunungpati Semarang
Walikota Medan Terjaring OTT KPK

Walikota Medan Terjaring OTT KPK

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 11:36:34

Ngopi Bareng bersama Kapolda Jateng Dan Pangdam IV/ Diponegoro
Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 , 23:04:00

Menolak RUUPKS Di Semarang

Menolak RUUPKS Di Semarang

SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 , 11:52:00