Dinilai Tidak Dapat Keadilan Hukum, Rumah Pancasila Bantu Eks Santri Yang Divonis Seumur Hidup

Hukrim  KAMIS, 11 JULI 2019 , 17:45:00 WIB | LAPORAN: IMAM RAHMAYADI

Dinilai Tidak Dapat Keadilan Hukum, Rumah Pancasila Bantu Eks Santri Yang Divonis Seumur Hidup
RMOLJateng. Pengacara sekaligus pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Yosep Parera akan memberikan bantuan hukum berupa pengajuan amnesti, abolisi, grasi dan peninjauan kembali (PK) terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan eks santri atas nama Ahmad Sapuan alias Wawan (29) warga Desa Sumber Agung, Jaken, Kabupaten Pati yang divonis bersalah dalam kasus pembunuhan Muhamad Rizal  warga Desa Sriwedari, Jaken yang mayatnya ditemukan di hutan kawasan Puncakwangi pada 26/8/2014 silam.

Yosef Parera memandang vonis terhadap Ahmad Sapuan yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Pati pada bulan Maret 2015 selama 20 tahun dan ditambah dengan Pengadilan Negeri (PN) Pati  menjatuhkan hukuman seumur hidup pada 1 April 2015 dianggap tidak adil.

"Saya berkeyakinan bahwa Ahmad Sapuan tidak melakukan pembunuhan. Ini kami masih melakukan investigasi  dan merunut kembali peristiwa 5 tahun silam. Karena pengakuan klien kami pada saat kejadian tidak berada di kota Pati melainkan di Jepara dan itu sesuai dengan keterangan para dua orang saksi yang saat itu bersama Ahamd Sapuan," ungkap Yosep Parerra di Semarang, Kamis (11/7/2019)

Yosef menyebut, dari keterangan Ahmad Sapuan sehari sebelum peristiwa pembunuhsn itu, Supriadi yang saat ini menjalani hukuman di Lapas Nusakambangan mengirim pesan singkat untuk mengajak bertemu. Karena Ahmad Sapuan dan adiknya saat itu sedang menuju Jepara untuk berbisnis ajakan tersebut ditolak.

"Saat persidangan ada tiga saksi yang menguatkan keberadaan Ahmad Sapuan, namun putusan majelis hakim tetap menjatuhkan hukuman kepada Ahmad Sapuan," imbuh Parera.

Di persidangan juga sempat dihadirkan penjual bensin eceran yang mengatakan bahwa saat itu ada dua orang yang membeli bensinnya, namun dia tidak melihat dan mengenali Ahmad Sapuan. Penjual bensin itu justru mengenali Supriadi.

"Ini yang nantinya akan kita telusuri dan Investigasi lagi termasuk menanyakan  keberadaan barang bukti hp. Saya berharap ada masyarakat atau saksi lain yang dapat memberikan keterangan sesuai fakta pada kami," kata Yosef Parera.

Sebelumnya Ahmad Sapuan juga pernah melakukan kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi (PT) Semarang pada 22 Juni 2015 ke Mahkamah Agung namun pengajuan tersebut ditolak dan bersama Supriadi menjalani hukuman seumur hidup di Lapas kelas I Semarang.

"Masih ada upaya dan langkah hukum yang akan kami tempuh, termasuk upaya Penijauan Kembali (PK)," tandas Parera. [jie]






Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00