Singapura Menjadi Pendidikan Terbaik di Dunia, Guru Sebagai Kunci Kualitas Pendidikan

Opini  RABU, 10 JULI 2019 , 11:34:00 WIB

Singapura Menjadi Pendidikan Terbaik di Dunia, Guru Sebagai Kunci Kualitas Pendidikan
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) baru-baru ini merilis daftar peringkat kualitas pendidikan.

Singapura menduduki peringkat pertama pendidikan terbaik di dunia. Indikator yang digunakan adalah kemampuan membaca, menulis, serta pengetahuan umum siswa sekolah dasar hingga siswa yang berusia 15 tahun.

Sementara Indonesia berada dalam peringkat 69 dari 76 negara yang tercatat dalam OECD.

Dilansir dari laman Merdeka.com, Direktur Pendidikan OECD Andreas Schleicher saat ditanya apa yang membedakan dari kualitas pendidikan dalam daftar pemeringkatan yang telah rilis adalah guru.

Menurutnya, negara-negara di Asia fokus meningkatan kualitas pendidik. Negara-negara maju pandai merekrut pendidik yang berkualitas, salah satunya adalah Singapura.

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi seluruh elemen pendidikan untuk meningkatkan kualitas guru yang ada di Indonesia.

Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Guru memiliki tanggung jawab yang tinggi karena perannya menentukan masa depan bangsa secara berkelanjutan.

Tidak bisa dipungkiri, selain kurikulum, tenaga pendidik atau guru juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan sebuah pendidikan.

Sebaik apapun kurikulum, guru tetaplah menjadi peran utama saat kurikulum tersebut dilaksanakan.

Guru harus memiliki kemampuan dan keterampilan untuk mengelola pembelajaran tanpa mengesampingkan psikologis siswa dalam belajar.

Manajemen pendidikan yang terstruktur di Singapura berhasil menjadikan tenaga pendidik kreatif dan profesional, sehingga merasakan itu bukanlah sebuah tekanan.

Profesi guru di Singapura merupakan profesi yang terhormat. Seorang guru yang pernah diberhentikan dari profesinya, maka ia tidak akan pernah menjadi guru lagi.

Guru di Singapura menganggap bahwa semua yang ada dalam pendidikan merupakan hal penting, sehingga dalam melaksanakan pekerjaan ia selalu totalitas, karena manajemen pendidikan dan pengawasan kepada guru sangatlah ketat.

Singapura merupakan negara yang sangat berfokus penuh terhadap pendidikan sehingga pendidikan disana sangat diperhatikan.

Singapura sendiri bahkan rela menghadirkan guru-guru dari luar negeri demi memperbaiki kualitas pendidikan disana.

Namun, guru yang dihadirkan bukan sembarang guru, melainkan guru yang benar-benar berkompetensi unggul.

Guru di Singapura menjadi top 5 pekerjaan favorit karena memiliki persaingan yang ketat.

Proses penyeleksian profesi guru yang ketat ini menghasilkan guru-guru yang terampil dan kreatif dalam melaksanakan tugasnya.

Hal itu perlu dicontoh oleh negara kita dalam melakukan perekrutan profesi guru jika ingin serius meningkatkan kualitas pendidikan.

Kendati demikian, sampai saat ini marak sekali guru di Indonesia yang melakukan unjuk rasa untuk menuntut kesejahteraan yang lebih baik.

Sehingga beberapa hal ini perlu dipertimbangkan oleh pemerintah dalam memberikan kesejahteraan yang layak agar bisa merangsang orang-orang yang berkeinginan memiliki profesi sebagai guru memiliki rangsangan tinggi untuk terus belajar dan mengembangkan ilmunya.

Sudah semestinya guru menjadi orang yang selalu haus akan ilmu, sehingga ia selalu bisa mengembangkan ilmu pengetahuannya seiring dengan perkembangan zaman.

Semestinya, guru di Indonesia mencoba untuk memikirkan bahwa kebijakan yang diberikan pemerintah semata-mata bukan untuk menyusahkan guru, melainkan untuk memberikan kualitas pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik dalam jangka waktu yang panjang.

Sehingga, guru di Indonesia melaksanakan kewajibannya dengan senang hati dan tanpa tekanan.

Beberapa hal itu dapat menjadi faktor yang mempengaruhi kreativitas guru dalam mengajar siswa.

Namun, kendati demikian, kesejahteraan guru tetaplah harus diperhatikan lebih, mengingat peran dan tanggung jawab yang diemban memiliki pengaruh besar dalam dunia pendidikan.

Dengan memperhatikan hal-hal diatas akan menjadi salah satu pendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia
 
 
Tirami Widyawati
Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan UNNES

Komentar Pembaca
Generasi Golkar Kehilangan Sentuhan Soeharto

Generasi Golkar Kehilangan Sentuhan Soeharto

MINGGU, 22 SEPTEMBER 2019 , 21:46:52

Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

Ngopi Bareng bersama Kapolda Jateng Dan Pangdam IV/ Diponegoro
Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 , 23:04:00

Festival Audisi Tari Ratoh Jaroe

Festival Audisi Tari Ratoh Jaroe

MINGGU, 25 AGUSTUS 2019 , 10:37:00