Sempat Viral, BKSDA Jateng Evakuasi Dua Burung Kasuari

Nusantara  SELASA, 09 JULI 2019 , 12:49:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Sempat Viral, BKSDA Jateng Evakuasi Dua Burung Kasuari
RMOLJateng. Sempat viral di media sosial facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar) tentang keberadaan burung Kasuari yang diduga terlantar di Dermaga Tambaklorok, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah menindaklanjuti dengan mendatangi peternakan domba dan kambing.

Setelah melakukan pemeriksaan dan keberadaan burung Kasuari tersebut, dipimpin Suharman, Kepala BKSDA Jateng akhirnya mengevakuasi dua burung Kasuari tersebut untuk diselamatkan.

"Pemilik sebetulnya sudah pernah konsultasi ke BKSDA karena burung Kasuari ini adalah hewan dilindungi,  saat itu kita sarankan untuk diserahkan ke pemerintah, kecuali  memiliki ijin. Itupun harus melewati kajian, sarana prasarana, makanannya dan lain-lain," ujar Suharman usai mengevakuasi, Selasa (9/7/2019).

Suharman juga menegaskan, kalau dilihat dari fisik burung Kasuari dalam kondisi sehat, namun butuh kajian lebih lanjut mengingat sarana dan prasarana yang kurang memadai.

"Kalau dilihat secara fisik kondisi burung Kasuari terlihat sehat, tapi kalau dari sarana prasarana, makanannya kurang memadai untuk hewan langka. Karena makananya selama ini dari limbah makanan sisa restoran dan hotel," tandas Suharman.
Karena tidak memiliki ijin lanjut Suharman, dua burung Kasuari tersebut dievakuasi BKSDA Jateng dan dititipkan ke Bonbin Mangkang (Semarang Zoo) untuk pemeliharaan lebih layak.

"Belum ada ijin, makanya kita evakuasi ke tempat yang lebih layak, kita titipkan ke bonbin Mangkang (Semarang Zoo.red)," tandasnya.

Sementara itu Joko Santoso menyatakan memelihara burung Kasuari tersebut dua tahun setelah diberi oleh seseorang. Burung Kasuari berusia 17 tahun itu awal ia memelihara beratnya 40 kilogram dan saat ini beratnya mencapai 70 kilogram.

"Dua tahun lalu saya dikasih oleh orang, berat awal 40 kilogram sekarang sudah 70 kilogram. Makanan sehari-hari dari limbah sisa hotel dan restauran khususnya buah," ujar Joko.

Joko Santoso juga menegaskan memelihara dua burung Kasuari belum memiliki ijin, dirinya juga mengaku pasrah burung Kasuarinya dievakuasi oleh pemerintah.

"Sebetulnya saya sudah mau mengurus ijin dua minggu lalu, namun keburu viral. Jika diijinkan, saya akan memeliharanya dengan lebih baik lagi. Saya jamin, yang bisa memelihara burung Kasuari selain saya pasti dibawah saya, karena saya memberikan makananya dari sisa hotel dan restauran terutama buahnya," tandas Joko Santoso.

Untuk diketahui, sebelumnya keberadaan Burung Kasuari sempat diposting di Media Sosial Facebook yang mengabarkan adanya burung Kasuari yang diduga terlantar di Dermaga Tambak Lorok.

Dalam postingan tersebut sempat dijawab oleh nettizen kalau burung Kasuari itu dipelihara dengan baik di peternakan domba dan kambing milik Joko Santoso. Burung tersebut dipelihara secara resmi dengan surat perizinannya.

Bahkan dalam koment postingan tersebut, nettizen menyatakan selain burung kasuari ada juga burung onta, merak, juga kambing kontes etawa. [jie]




Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00