Pentingnya Kajian Perbandingan Kurikulum Antar Negara

Opini  SELASA, 09 JULI 2019 , 11:39:00 WIB

Pentingnya Kajian Perbandingan Kurikulum Antar Negara
Berbicara mengenai kurikulum bisa dikaitakan dengan arah pendidikan sebuah negara. Lalu bagaimanakah Kurikulum Negara Indonesia khususnya pada bidang pendidikan? Apakah untuk mengatakan sesuai tidaknya Kurikulum Pendidikan di Negara Indonesia harus dibandingkan dengan kurikulum negara lain?

Sebagai contoh membandingkan Kurikulum Pendidikan Negara Finlandia yang merupakan negara yang menduduki peringkat pertama dalam Health and primary education pada tahun 2016-2017 dilansir dari publikasi World Economic Forum (WEF).

Salah satu prinsip kurikulum di Finlandia adalah life long education (Anggoro, 2017). Prinsip pendidikan tersebut mengisyaratkan bahwa setiap penduduk memiliki keterampilan dan kesempatan belajar yang sama untuk membangun pengetahuan dan keterampilan dengan lingkungan yang beragam sepanjang hayat.

Dalam Review buku Finnish Lessons 2.0 : What Can the World Learn from Educational Change in Finland? oleh Margarita Pivovarova Tray J. Geiger dimana dalam reviewnya, buku tersebut tidak membahas keberhasilan Finlandia dalam mengubah sistem pendidikannya, melainkan memberikan penilaian terhadap sistem yang meningkat dalam dua dekade.

Namun, mengingat bahwa selama dekade terakhir, Finlandia mulai melihat tren penurunan nilai PISA, Buku tersebut juga merupakan upaya untuk memahami Jalan Finlandiaā€¯ mungkin bukan solusi universal untuk semua dilema pendidikan semua sistem dan negara.

Tema utama dan terkait lainnya dari buku tersebut adalah kontras dari inisiatif kebijakan berbasis pasar dalam pendidikan yang lazim di banyak negara maju, termasuk Inggris dan Amerika Serikat.

Seperti kebijakan akuntabilitas yang berfokus pada pengujian standar, pilihan dan kompetisi sekolah, dan membayar guru untuk kinerja mereka (sungguh-sungguh, untuk nilai ujian siswa mereka) versus sistem pendidikan yang sepenuhnya mengeksploitasi sifat sosial dan manusiawi dari profesi guru dan mengandalkan guru yang dipilih, dilatih dan dimotivasi dengan cermat.

Dalam membandingkan kurikulum tidak semata-mata hanya menyimpulkan jawaban yang sesuai mengenai pengalaman selama menempuh pendidikan di Indonesia.

Namun perlu diperhatikan mengenai aspek-aspek perbandingan dalam mengidentifikasi kurikulum negara lain dengan Negara Indonesia yang mencakup aspek tujuan negara, lingkup kurikulum, desain pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, fasilitas penunjang ataupun program pembelajarannya.

Khususnya di Indonesia terdapat pemangku kebijakan pendidikan di Indonesia ialah seperti Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), Badan Penelitian dan Pengembangan, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengelola dari pusat mengenai arah pendidikan di Indonesia.

Pemangku kebijakan tersebut haruslah dapat membuat kebijakan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pendidikan di Indonesia, tidak hanya berjalan sebagai rancangan program tahunan ataupun bergantinya periode kepemimpinan negara.

Terkadang dalam menetapkan sebuah kurikulum mengadopsi dari berbagai negara-negara maju seperti: Amerika Serikat, Korea, Turki, Jepang, Inggris ataupun Finlandia. Dalam artian apakah ketika sebuah negara mengadopsi kurikulum dari negara tersebut mampu dan siap dari segala aspek pengembangannya? lingkungan budaya?

Dan juga dari segi sarana dan prasarana. Indonesia perlu mendapatkan Informasi lebih dalam mengenai kesiapan dan kematangan dalam menerapkan kurikulum yang mengadopsi dari negara lain.

Bahkan Timothy dalam bukunya Teach Like Finland mengatakan bahwa Sistem pendidikan adalah entitas budaya, organik yang kompleks seperti tanaman atau pohon yang tumbuh dengan baik hanya di tanah dan iklim rumah mereka. Hal itu menandakan bahwa ketika adanya pengadopsian sistem pendidikan oleh suatu negara dalam menerapkan sistem dari sebuah negara lain kurang cocok, karena masing-masing negara memiliki aspek dan kultur yang berbeda.

Oleh karenanya sangat penting dalam mengkaji perbandingan kurikulum sebuah negara lain dengan negara Indonesia yang nantinya ialah sebagai bahan pertimbangan bagi sebuah negara khususnya bagi pemangku kebijakan pendidikan nasional dan instansi pendidikan dalam rangka mengadopsi kurikulum dari negara maju agar dapat diterapkan secara baik, benar, dan tepat.

Aji Burhanudin Yusuf

Mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Universitas Negeri Semarang




Komentar Pembaca
Generasi Golkar Kehilangan Sentuhan Soeharto

Generasi Golkar Kehilangan Sentuhan Soeharto

MINGGU, 22 SEPTEMBER 2019 , 21:46:52

Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

Ngopi Bareng bersama Kapolda Jateng Dan Pangdam IV/ Diponegoro
Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 , 23:04:00

Festival Audisi Tari Ratoh Jaroe

Festival Audisi Tari Ratoh Jaroe

MINGGU, 25 AGUSTUS 2019 , 10:37:00