Mengulik Sistem Pendidikan Di Swiss Dan Indonesia

Opini  MINGGU, 07 JULI 2019 , 10:09:00 WIB

Mengulik Sistem Pendidikan Di Swiss Dan Indonesia

Ilustrasi/net

INDONESIA peringkat berapa? Swiss menjadi pendidikan terbaik di dunia?. Apa yang anda fikirkan dalam benak anda jika mendengar dua kalimat di atas?.

Mungkin yang ada dalam benak anda sekarang adalah masih buruknya sistem pendidikan yang ada di indonesia, siswa hanya banyak belajar teori praktiknya jarang, jam belajar di indonesia terlalu banyak, bahkan ada yang beropini setelah lulus susah mencari pekerjaan.

Kebanyakaan dari opini tersebut berunsur negatif. Dari beberapa opini tersebut ada benarnya, dibandingkan negara lain, indonesia masih jauh tertinggal dalam sistem pendidikannya. Indonesia juga menduduki peringkat yang rendah di dunia.

Ada beberapa orang beropini Harusnya supaya pendidikan di indonesia maju kenapa tidak dibuat seperti sistem pendidikan di negara swiss yang juga menjadi peringkat terbaik di dunia.’’

Jika seperti itu apakah kalian setuju jika pendidikan di indonesia diubah seperti pendidikan di swiss? Tentunya kita sudah tahu bahwa sistem pendidikan di swiss merupakan salah satu sistem pendidikan terbaik yang ada di dunia.

Menurut penulis tidak semudah itu mengubah sistem pendidikan di suatu negara, karena masih banyak yang harus dipertimbangkan. Beberapa alasan mengapa sistem pendidikan di swiss belum bisa diterapkan di indonesia antara lain :

Pola Pemikiran yang berbeda setiap negara tentunya mempunyai pola pemikiran masyarakat yang berbeda " beda, seperti di indonesia yang masyarakatnya cenderung lebih menilai dari hasil akhir atau nilai akhir.

Mereka menganggap orang yang pintar adalah orang yang mempunyai nilai tinggi dalam pembelajarannya, di indonesia sendiri juga masih belum bisa menerapkan tepat waktu atau on time dalam hal apa saja.  

Sangat berbeda dengan di negara swiss dimana disana sangat menghargai waktu, mereka tidak akan terlambat, mereka akan menghargai orang jika orang tersebut tepat waktu.

Pendidikan Yang Belum Merata Jika dilihat dari hampir tidak adanya penduduk di swiss yang buta huruf itu artinya pendidikan di swiss sudah merata.

Di Swiss, edukasi merupakan kewajiban pemerintah (kanton dan/atau federasi) sejak pendidikan dasar yang diwajibkan sampai dengan pendidikan tersier seperti universitas, pendidikan dan pelatihan profesional). Kewajiban terhadap pendidikan diberikan kepada 26 kanton.

Masing-masing kanton dan pemerintah federasi memiliki kewajibannya tersendiri untuk edukasi setelah pendidikan wajib nasional (sekolah pendidikan umum, kejuruan dan pendidikan dan pelatihan profesional, dan universitas). Tiap kanton dan kotamadya menghabisnya 90% dari anggaran publik mereka di pendidikan.

Dilansir dari www.myeducationrepublic.com. Sangat berbeda dengan pendidikan di indonesia yang masih belum merata, masih banyak daerah pelosok yang belum bisa mengenyam pendidikan.

Perbedaan Profesionalitas dan Tunjangan Guru Di lihat dari peringkat sistem pendidikannya tentu sudah jelas jika guru di swiss sangat profesinal.

Di Indonesia juga sudah banyak guru yang profesional tetapi kebanyakaan di kota " kota besar sedangkan di luar kota besar apakah gurunya sudah profesional semua? Tentu saja belum.

Selain itu gaji guru guru di indonesia juga rata " rata belum memenuhi UMR, berbeda dengan gaji guru di swiss yang terbilang cukup besar, bahkan di swiss menempati peringkat 2 gaji guru terbesar setelah di dunia.

Selain itu jika ingin melanjutkan program master di swiss biayanya lebih murah dari program sarjana sebelumnya.

Dari beberapa hal yang ditulis diatas menambah pengetahuan kita mengapa pendidikan di indonesia tidak bisa mencontoh seperti pendidikan di swiss.

Namun ada yang bisa dicontoh dari pemerintah swiss, Yakni keyakinanya dimana dengan pendidikan yang baik akan mampu membangun suatu inovasi dan kemajuan suatu negara.

Selain itu kita sebagai warga indonesia jangan hanya menuntut dan mengkritik pemerintah tanpa kita melakukan apa-apa, untuk memajukan pendidikan juga bisa dimulai dari diri kita sendiri. [***]

Hana Sifakhatin
Mahasiswa Kurikulum Dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang





Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00