Tradisi Met Banyu Desa Gogik Berusia Ratusan Tahun

Daerah  SABTU, 06 JULI 2019 , 20:52:00 WIB | LAPORAN: PRAMUDO WICAKSONO

Tradisi Met Banyu Desa Gogik Berusia Ratusan Tahun
RMOLJateng. Warga Desa Gogik melaksanakan tradisi met banyu, di mata air Semanggis dan beberapa mata air di sekitar Curung Semirang, Kaki Gunung Ungaran.

Selain melestarikan warisan budaya, kegiatan turun-temurun ini merupakan upaya untuk menjaga kelestarian sumber mata air.

Tradisi Met Banyu atau syukuran mata air berlangsung di sekitar Wana Wisata Curug Semirang, Dusun gogik, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Sabtu (6/7).

Tradisi diawali dengan arak-arakan gunungan tumpeng berisi nasi kuning, jajan pasar serta dua ekor kambing kendit berwarna hitam dan putih, juga dua ekor ayam jawa blorok.

Warga terlihat antusias mengikuti tradisi tahunan dilaksanakan tiap Sabtu pahing, berlangsunh pada kisaran antara bulan Juni hingga Agustus.

Sesampainya di lokasi yang berjarak seratus meter dari titik kumpul awal, acara dimulai dengan penyerahan simbolis pisau yang digunakan untuk menyembelih kambing dan ayam, kepada sesepuh desa.

Usai disembelih kambing dan ayam selanjutnya dibersihkan untuk dimasak. Sementara beberapa warga lain terlihat membersihkan aliran sungai kecil yang berasal dari sumber mata air.

Hal unik dalam tradisi masyarakat desa di lereng Gunung Ungaran ini adalah, hanya pria saja yang boleh melakukan segala sesuatu.

Mulai dari bersih bersih, menyiapkan perlengkapan memasak, meracik menu dan memasak sajian utama. [hen]


Komentar Pembaca