Batik Bakaran Pati Diminati Instansi Di Jakarta

Nusantara  RABU, 03 JULI 2019 , 10:38:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Batik Bakaran Pati Diminati Instansi Di Jakarta
RMOLJateng.  Batik bakaran khas Pati rupanya kian dikenal tak hanya di Bumi Mina Tani saja, tetapi juga merambah hingga ke luar daerah, seperti Jakarta.

Tak sedikit instansi di Jakarta dan kota besar lainnya yang mempercayakan seragam instansinya ke sentra pengrajin batik bakaran di Kecamatan Juwana.

Salah satu pengusaha batik bakaran, Yuliatiwarno mengatakan, jika pesanan dari luar daerah seringkali datang ke tempatnya. Pesanan itu pun seringkali dalam jumlah besar dan digunakan untuk seragam baik pegawai pemerintahan maupun perusahaan tertentu.

Tidak hanya itu, trend batik kini pun juga mulai banyak digunakan untuk seragam sekolah. Banyak sekolah yang menggunakan batik bakaran untuk seragamnya. Hanya saja untuk batik seragam sekolah ini, biasanya banyak yang memesan dengan tambahan logo dari sekolah yang bersangkutan.

Mereka biasanya meminta agar dibuatkan motif landmark daerah tempat asalnya. Seperti ada pegawai pemerintah di Jakarta yang minta dibuatkan motif ondel-ondel dan monas untuk dipakai seragam di sana. Atau ada pula motif tugu. Jadi tak sekadar untuk oleh-oleh saja,” jelas pengusaha batik asal Kecamatan Juwana ini.

Bahkan, pesanan itu tak hanya berasal dari Jakarta saja, banyak juga yang datang dari Semarang, Lampung, maupun kota besar di seluruh Indonesia lainnya. Selain untuk seragam banyak pula butik yang memesan lantaran banyak digemari oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Sekarang ini juga banyak yang ingin jadi reseller. Mereka memesan dari Pati untuk dipasarkan di berbagai daerah. Atau pusat batik yang ingin menjadikannya koleksi,” lanjut Yuliatiwarno.

Bahkan terkadang ada yang mendapat tender batik di kota besar untuk dikerjasamakan dengan kami,” tambahnya.

Kini rata-rata, pihaknya mampu memproduksi antara 500 hingga 700 potong batik tiap bulannya. Jumlah tersebut biasanya akan jauh meningkat saat hari besar, Lebaran misalnya. Pada lebaran tahun ini saja, dirinya mampu menjual sebanyak 150 potong dalam dua hari.

Kalau untuk harganya sendiri antara Rp 100 ribu hingga ada yang satu juta. Tergantung dari motif maupun tekhnik pewarnaannya,” paparnya.[jie]

Komentar Pembaca
Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

SELASA, 10 MARET 2020 , 08:51:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Terima Kunjungan DPRD DKI Jakarta