PPKn Di Indonesia Sama Dengan Jepang ?

Opini  SELASA, 02 JULI 2019 , 09:01:00 WIB

PPKn Di Indonesia Sama Dengan Jepang <i>?</i>

ilustrasi/net

PENDIDIKAN Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) atau sekarang biasa disebut Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Di Indonesia PKn merupakan pendidikan kewarganegaraan yang membahas mengenai persatuan kesatuan bangsa, norma, hukum, HAM, kebutuhan negara, politik, Pancasila, dan lain-lain.

Sebenarnya, pendidikan kewarganegaraan ini untuk apa sih? Kalau di negara lain apakah sama?
Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan yang mengingatkan kita mengenai pentingnya nilai, hak, dan kewajiban sebagai warga negara. Pendidikan kewarganegaraan ada agar semua yang dilakukan warga negara sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa, tidak bertolak dengan norma-norma kebiasaan negara.

Pendidikan kewarganegaraan di Indonesia ini sudah diterapkan dari mulai pendidikan paling dasar sampai ke perguruan tinggi. Mengapa pendidikan kewarganegaraan ini diterapkan di semua jenjang pendidikan di Indonesia ? Karena pendidikan kewarganegaraan ini mempunyai tujuan agar generasi penerus bangsa memiliki sikap yang kompeten dan siap untuk menjalankan kehidupan bernegara.
Selain itu pendidikan kewarganegaraan ini bertujuan untuk membuat anak memiliki sikap mental yang cerdas dan tanggungjawab. Tujuan umum pendidikan kewarganegaraan di Indonesia adalah membentuk warga negara yang baik, sedangkan tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan kesadaran dan wawasan dalam bernegara, mempunyai sikap dan perilaku cinta pada tanah air, ketahanan diri bagi penerus bangsa, ketahanan nasional, meningkatkan kualitas manusia untuk berbudi pekerti yang luhur, berkepribadian baik, warga yang maju, mandiri, tangguh, profesional, memilikitanggungjawab, manusia yang sehat jasmani dan rohani serta produktif.
Ternyata negara asing juga memiliki Pendidikan kewarganegaraan, contohnya di Jepang. Jepang memiliki pendidikan kewarganegaraan yang terkenal dalam terminology sebagai social studies, living experience, and moral education (Kerr, 1999).

Pendidikan kewarganegaraan Jepang ini berorientasi pada pengalaman, pengetahuan, dan kemampuan warganya dalam meningkatkan kehidupan bernegara di Jepang. Perlu diketahui sejak kekalahan perang dunia II Jepang mengubah orientasi pendidikannya dari pendidikan yang bersifat militer kependidikan yang lebih demokratis.

Karena perubahan orientasi tersebut maka berpengaruh juga terhadap mata pelajarannya. Tadinya penekanannya bukan pada bagaimana cara membangun negara Jepang, namun sekarang lebih ditekankan kepada masyarakatnya bagaimana cara membangun bangsa Jepang melalui Pendidikan kewarganegaraannya.
Social studies, living experience, and moral education dipelajari oleh generasi penerus bangsa Jepang mulai sejak pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.Tidak jauh beda dengan Indonesia karena di Jepang jenjang pendidikannya juga 4 tahap.

Namun di Jepang ini tujuan dari adanya pendidikan kewarganegaraannya adalah untuk mengembangkan kesadaran tentang pemahaman Jepang mengenai kedaulatan negara yang berprinsip, untuk mengembangkan sebuah konsep masyarakat lokal mengenai bagiamana cara seseorang berkontribusi dalam pekerjaannya di masyarakat, untuk menghargai hak dan tanggungjawab serta tugas dalam masyarakat yang lebih luas, mengembangkan kemampuan bertindak secara positif dalam melaksanakan hubungan antara hak dan kewajiban.
Perubahan orientasi yang berpengaruh terhadap mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di Jepang yang memiliki ruang lingkup kajian sesuai dengan jenjangnya misalnya untuk pendidikan dasar di Jepang diimplementasikan pada life and environmental studies.

Kurikulum sekolah menengah mempelajari kehidupan sosial kontemporer, perbaikan kehidupan nasional dan ekonomi, pemerintahan demokratis dan masyarakat internasional. Kurikulum sekolah menengah atas para siswa diwajibkan mengambil 4 macam matapelajaran kewarganegaraan yang terdiri dari masyarakat kontemporer, etika, politik, dan ekonomi.

Sedangkan jika di Indonesia masih menjadi satu di setiap jenjang hampir membahas seluruh lingkup yang terdiri atas persatuan dan kesatuan bangsa, norma hukum dan peraturan, HAM, kebutuhan warga negara, konstitusi negara, kekuasaan dan politik, Pancasila, serta globalisasi.
Pendidikan kewarganegaraan memang penting, terutama dalam berbangsa dan bernegara. Karena PKn dapat menciptakan keseimbangan hak dan kewajiban warga negara untuk kehidupan seseorang di masa mendatang. Melalui pendidikan kewarganegaraan diharapkan bangsa Indonesia dapat menjadi manusia yang mampu memahami, menganalisa, dan menjawab masalah-masalah kehidupan sosial yang dihadapai masyarakat, sesuai dengan cita-cita negara yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945.
PKn penting untuk Indonesia selain dapat menciptakan keseimbangan antar warganya juga PKn dapat membentuk, mengelola, mengarahkan masyarakat untuk dapat berperan aktif, bertanggungjawab, berpartisipasi untuk negaranya. Selain itu,dengan adanya PKn di Indonesia ini memperkuat kedaulatan NKRI sama seperti Jepang yang memiliki Pendidikan Kewarganegaraan dengan tujuan untuk kedaulatan negaranya.
Pada intinya pendidikan kewarganegaraan yang dilakukan oleh Indonesia dan Jepang itu hampir sama, ingin membuat warga negaranya menjadi yang sadar akan kedaulatan negara, pribadi yang berbudi pekerti, bertanggungjawab, dan yang lainnya.

Namun Indonesia juga masih perlu ditingkatkan lagi dalam upayanya di semua jenjang pendidikan, karena masih saja terdapat warga Indonesia yang tidak sesuai dengan tujuan PKn. Peningkatan PKn melalui strategi pembelajaran yang lebih menarik sehingga siswa tidak bosan terhadap pelajaran PKn di Indonesia yang terkesan banyak tulisan. Diklat dan pengawasan terhadap guru-guru PPKn juga diperlukan supaya guru-guru bisa mengajarkan civic knowledge, civic skills, and civic disposition pada siswa dengan baik. Baik secara persiapan pelaksanaan dan evaluasi. [***]


Arditha Oky Rista Perdana
Mahasiswa asal Kurikulum dan Teknologi Pendidikan UNNES




Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00