The Silenced” Diangkat dari Kisah Nyata Skandal Gwangju Inhwa School Yang Berperan Mengubah UU Negara

Opini  KAMIS, 27 JUNI 2019 , 15:57:00 WIB

The Silenced” Diangkat dari Kisah Nyata Skandal Gwangju Inhwa School Yang Berperan Mengubah UU Negara
Silenced atau The Crucible film yang diangkat dari kisah nyata diadaptasi dari novel best seller di Korea Selatan karya Gong Jee-young berjudulTogani”, merupakan film Korea Selatan pada tahun 2011 yang disutradarai oleh Hwang Dong Hyuk. Film ini mengangkat pelecehan seksual yang terjadi di sebuah sekolah penyandang cacat tunarungu-wicara di Gwangju, Korea Selatan, pada 2005. Silenced tidak hanya mendapat berbagai rekor saja dalam sejarah perfilman, juga telah membuat pemerintah Korea Selatan berhasil memberikan kesadaran kepada publik bahwa pemerintah awalnya pada hukum Korea Selatan tidak memperdalam kesetaraan. Dengan kesepakatan bersama, pemerintah di Korea Selatan berhasil merevisi undang-undang pencegahan pelecehan seksual.

Sudah banyak kasus-kasus pelecehan seksual tak hanya dalam ranah keluarga dan masyarakat. Universitas menjadi wadah menuntut ilmu pendidikan tinggi justru menjadi sorotan bagi masyarakat terjadinya kasus serupa. Terbaru kini, kasus seorang dosen dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember melakukan pelecehan terhadap mahasiswinya. Kasus itu tentu saja menuai kecaman terhadap publik. Lalu, di awal tahun ini terjadi hal serupa juga terjadi di Universitas Gajah Mada.

Kekerasan seksual bukan hanya tindak kejahatan yang sederhana namun, dampak yang terjadi terhadap korban justru sering tidak dipedulikan sebesar kronologi kasusnya. Pengungkapan kasus terkadang terhalang oleh sistem dan terhambat suatu aturan-aturan tertentu. Hal ini kerap menjadi kekerasan seksual seperti fenomena gunung es. Setelah kasus terungkap, kerap korban dan keluarga sulit untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Pelaku? Tentu akan menikmati kebebasan setelah beberapa tahun kemudian.

Silenced mengisahkan sebuah sekolah tunarungu-wicara di Korea Selatan. Seorang guru kesenian asal Seoul yang meminta bantuan dari HAM agar mengungkap peristiwa itu. Berbagai rintangan dan tekanan yang dialami siswa. Film ini memiliki hal menarik ketika proses pengungkapan kasus dan penanganannya secara hukum. Ketika pada adegan di persidangan merupakan dari klimaks film ini, mengisahkan dimana para korban dan tersangka dalam satu ruangan. Dan betapa mengerikan nya tekanan yang diberikan pihak sekolah pada para korban. Tekanan yang telah diberikan korban tersebut tidak saat permulaan kasus, tetapi tekanan tersebut belanjut ke dalam ruang sidang.

Dikutip dari koreatimes.co.kr Hwang Dong-Hyeok, sutradara film mengatakan bahwa ia ingin menunjukkan bahwa hal-hal buruk masih terjadi di masyarakat meskipun masyarakat telah banyak berkembang. Tujuan untuk mengedepankan kasus Sekolah Gwangju Inhwa kepada publik. Film ini memicu keberatan publik atas putusan pengadilan yang lunak. Hal ini mendorong polisi untuk membuka kembali kasus ini dan para pembuat undang-undang memperkenalkan tagihan untuk hak asasi manusia yang rentan.

Dilansir dari erabaru.net Keadilan bukannya tidak datang bagi korban, namun hanya saja terlambat. Pada 2011 film Silenced” diputar. Kasus pelecehan seksual ini yang sempat tertutup beberapa tahun kelam akhirnya kembali dihadirkan di depan mata masyarakat, gejolak suara publik dilontarkan menuntut investigasi ulang pun mulai ramai, menerpa ibarat gelombang tsunami. Jutaan orang di Korea Selatan menggelar petisi di internet, memaksa agar kepolisian Gwangju untuk membentuk tim investigasi khusus.

Silenced telah memancarkan kekuatan yang tak terbayangkan, pada akhirya mendorong pemerintah Korea Selatan membuat keputusan mutlak meloloskan agar revisi undang-undang pelecehan seksual. Dikutip dari erabaru.net revisi undang-undang tersebut adalah pelaku pelecehan terhadap anak perempuan mengalami cacat yang usia nya belum genap 13 tahun, dihukum seumur hidup paling berat. Masa dakwaan telah dihapuskan. Bagi pelaku yang bekerja di instansi sosial masyarakat atau instansi pendidikan khusus akan diperberat hukumannya. Undang-undang baru tersebut mulai berlaku Juli 2012, dan oleh kalangan luar dijuluki sebagai undang-undang Crucible”. The Ministry of Education, Science and Technology (MEST) mengatakan akan melakukan pemeriksaan tentang kondisi kehidupan siswa penyandang cacat di 41 sekolah khusus dengan asrama nasional yang terdapat di Korea Selatan.

Pesan moral yang dapat ditarik dari film yang diangkat dari kisah nyata ini, bahwa kita harus memahami isu-isu terkini dan melatih peka terhadap sosial. Banyak peristiwa yang terjadi di dunia yang telah melampaui batas tak terbayangkan sehingga membangkitkan daya kritis bagi publik terhadap suatu peristiwa. Bahwa kasus kekerasan, apapun itu, tidak dapat dikatakan permasalahan yang sederhana. Ketidakadilan hukum yang membuat publik marah.

Peristiwa memilukan tersebut mungkin tidak akan berlangsung lama, namun efek yang ditimbulkan akan memberi bekas luka untuk para korban. Efek jangka panjang yang menjadi perjuangan besar bagi mereka agar tetap hidup, meski dunia memandang mereka tak lagi sama. Mari belajar dari peristiwa sekitar, agar selalu meyakinkan diri kita dan orang-orang sekitar tetap menjadi manusia yang wajar bertumpu terhadap rasionalitas terhadap sesama.

Adilla Putri Kencana
Mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang




Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00