Orang Tua Sebagai Kunci Keberhasilan Pendidikan

Opini  SENIN, 24 JUNI 2019 , 21:59:00 WIB

Orang Tua Sebagai Kunci Keberhasilan Pendidikan

Ilustrasi/net

PENDIDIKAN di Indonesia masih dirundung banyak sekali permasalahan, dimulai dari masalah pelecehan, kekerasan  terhadap siswa dan guru, dan masalah-masalah lain yang  masih sering terjadi dan mewarnai pendidikan di Indonesia.

Salah satu faktor penyebab munculnya tersebut adalah kurangnya komunikasi antara orang tua dan guru. Salah satu contoh adalah kasus kekerasan dan pelecehan yang dilakukan wali murid terhadap guru seperti yang menimpa Dasrul, guru SMK Negeri 2 Makassar di kuti dari Tirto.id (4/4-29017).

Hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya komunikasi yang terjalin antara sekolah dengan wali murid. Komunikasi antara guru dan orang tua siswa masih sangat kurang. Padahal pendidikan akan berjalan sukses manakala ada peran yang seimbang antara guru dan orang tua.  

Guru memang bertugas dan berkewajiban untuk mengajari murid di sekolah. Namun dalam mendidik seorang anak, peran orangtua dan guru sangatlah mempengaruhi.

Hubungan yang baik diantara mereka sangatlah penting. Hubungan yang baik diantara mereka hanya dapat tercipta apabila adanya kepercayayan diantara mereka.

Siswa dan orang tua mempercayakan semuanya kepada guru, sehingga jembatan diantara mereka adalah komunikasi.  Komunikasi yang baik tentu dapat mempermudah para guru dalam mengembangkan program belajar yang akan diterapkan kepada anak didiknya.

Hal ini juga untuk mengurangi gesekan atau kesalahpahaman yang terjadi antara guru dan orangtua atau wali murid.

Di kutip dari Tirto.id ada beberapa pemahaman orang tua tentang guru di Finlandia yang dapat dicontoh orang tua di Indonesia. Finlandia merupakan negara yang memiliki kualitas pendidikan terbaik di dunia.  

Dilansir dari Kompas.com Finlandia selalu mendapatkan skor terbaik dalam survei penilaian siswa internasional (PISA) yang dilakukan tiga tahun sekali sejak 2000.

Di balik sistem pendidikan dan kurikulumnya yang sangat mendukung tumbuh kembang seorang anak sehingga segala potensinya dapat terasah dan terpenuhi, ternyata peranan orang tua juga sangat berpengaruh dalam pendidikan di Finlandia.

Di Finlandia orang tua sangat menghormati guru dan sekolah. Mereka menempatkan guru sebagai orang tua kedua” dan sekolah sebagai rumah kedua” bagi anak mereka.
 
Para orang tua sangat paham bahwa pekerjaan guru sebagai seorang pengajar adalah sebuah pekerjaan yang tidak mudah dan penuh dengan dinamika sehingga mereka perlu dukungan dari orang tua siswa untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut.

Sehingga apabila guru mengalami  kendala dalam mengajar, maka para orang tua akan membantu semaksimal mungkin bukan malah menyalahkan guru.

Dalam pendidikan orang tua siswa terlibat dalam pendidikan di sekolah anak mereka. Saat para orang tua memasukkan anak-anak mereka ke sekolah bukan berarti mereka lepas tanggung jawab terhadap anak-anak mereka, secara tidak langsung orang tua siswa juga memiliki ikatan kerjasama dengan sekolah.

Tujuannya adalah agar pihak sekolah dapat memperoleh informasi mengenai anak-anak mereka dari orang tua, sehingga pihak sekolah dapat mengetahui bakat anak secara akurat lebih dini dan apa yang dibutuhkan oleh si anak lebih tersalurkan di sekolah.

Kemitraan guru dan orang tua sudah terbentuk secara konsep dan aksi, bahkan bisa dikatakan para orang tua sudah menjalin persahabatan dengan para guru disekolah. Mereka saling bekerjasana dalam hal mendidik anak mereka.

Guru wajib memberikan laporan perkembangan anak kepada orang tuanya dan berdiskusi dengan orang tua jika terdapat masalah yang berkaitan dengan anak di sekolah.

Tidak hanya itu, orang tua juga memiliki hak untuk mengevaluasi kurikulum sehingga mereka dapat memberikan saran untuk perkembangan si anak. Ini adalah peran nyata orang tua dalam pendidikan. Jadi orang tua di Finlandia tidak sekedar mendaftarkan anak ke sekolah dan terus selesai.

Para orang tua di Finlandia menyampaikan kritik dan saran kepada sekolah dengan cara yang santun, dan para guru juga menerima kritik yang disampaikan sebab hal itu akan menjadi saran yang sangat membantu untuk menyelesaikan masalah belajar siswa.

Setiap sekolah di Finlanida mempunyai sebuah situs web yang digunakan untuk berkomukasi antara orang tua dan sekolah. Jadi para orang tua siswa bisa menyampaiakan kritik dan saran mereka melalui web tersebut.

Di Indonesia, peran orang dalam pendidikan anak mereka masih sangat kurang, komunikasi antara pihak sekolah dengan orang tua juga masih sangat kurang, terutama dengan guru yang mengajar anak mereka (wali kelas).

Banyak kasus-kasus yang terjadi akibat kurangnya komukasi diantara mereka. Apabila komunikasi orang tua dengan sekolah lebih ditingkatkan, maka akan membuat pendidikan di Indonesia jauh lebih baik.

Solusinya adalah setiap sekolah memiliki web khusus yang bisa di akses oleh orang tua siswa. Web tersebut dibuat secara khusus hanya untuk komunikasi antara orang tua dan guru.

Melalui web tersebut orang tua dan guru dapat berdiskusi, dapat memberikan kritik dan saran yang mendukung untuk meningkatkan pendidikan anak mereka. Dengan begitu  kekerasan dan pelecehan pasti akan berkurang dan prestasi siswa akan lebih meningkat, kebutuhan akan potensi siswa akan lebih terpenuhi. [***]

Dona Pariana
Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang



Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00