Peningkatan Profesionalitas Guru Di Indonesia Lebih Rendah Dari Australia?

Opini  SENIN, 24 JUNI 2019 , 21:48:00 WIB

Peningkatan Profesionalitas Guru Di Indonesia Lebih Rendah Dari Australia?

Ilustrasi/net

GURU atau pendidik merupakan salah satu aspek penting dalam suatu sistem pendidikan di suatu negara. Karena sistem Pendidikan akan berjalan dengan semestinya sesuai dengan tujuan pendidikan jika guru atau pendidik bisa bekerja sesuai dan professional.

Guru mempunyai berbagai tanggung jawab yang penting untuk meningkatkan kualitas para peserta didiknya agar berhasil dan berprestasi. Sehingga kompetensi profesionalisme guru sangat dibutuhkan agar pendidikan dapat berjalan dengan efektif.

Namun, banyak terjadi masalah dalam pengembangan profesionalitas guru yaitu kurangnya minat guru untuk meneliti tindakan dikelasnya sendiri yang bertujuan untuk memperbaiki pembelajarannya di sekolah.

Selain itu juga terdapat masalah kesejahteraan, yaitu ada guru yang belum mampu untuk membeli buku guna meningkatkan kualitasnya serta juga banyak guru yang belum sanggup menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi karena minimnya penghasilan tiap bulan yang didapatnya.

Serta kurang kreatifnya guru dalam membuat media pembelajaran yang menarik untuk peserta didik yang menjadikan masalah dalam pengembangan profesional guru.

Selain itu juga di Indonesia terdapat berbagai faktor penghambat pengembangan profesionalitas guru yaitu belum adanya standar guru yang ditetapkan seperti di negara-negara maju seperti di Australia yang disana sudah ditetapkan standar mengajar untuk guru sehingga banyak guru di Australia telah memenuhi standar dalam mengajar yang profesionalitasnya sudah tidak diragukan lagi.

Sejalan dengan hal tersebut menurut Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen bahwa guru minimal berpendidikan D4/S1 yang menjadi salah satu standar bahwa guru tersebut bisa dinyatakan profesional.

Namun hal tersebut belum menjadi faktor utama guru dapat mengajar dengan baik, oleh karena itu pemerintah Indonesia mengadakan program PPG bagi sarjana kependidikan maupun non kependidikan yang ingin menjadi tenaga pengajar. PPG menjadi salah satu cara bagi pemerintah guna meningkatkan kualitas pendidik yang lebih baik.

Menurut Oemar Hamalik (2006:27) guru profesional merupakan orang yang telah menempuh program pendidikan guru dan memiliki tingkat master serta telah mendapat ijazah negara dan telah berpengalaman dalam mengajar pada kelas-kelas besar.

Oleh karena itu, dari pengertian diatas maka guru pada hakikatnya yaitu kualitas atau keahlian dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang tercermin dalam kompetensi yang dimilikinya.

Dari hal tersebut maka fokus dari pengembangan profesionalisme guru yaitu pengembangan kompetensi guru itu sendiri yang dimana guru dituntut untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi sehingga bisa meningkatkan mutu pendidikan.

Di Australia terdapat berbagai lembaga untuk meningkatkan profesionalisme guru yaitu Professional Learning Institute dan Australian Instiute for Teaching and School Leadership Limited (AITSL).

AITSL merupakan lembaga yang mengambangkan keahlian dan memberdayakan para guru dan pemimpin sekolah untuk menciptakan hasil pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak Australia.

AITSL tersebut percaya bahwa pembelajaran siswa adalah yang utama serta berkomiten untuk meningkatkan keahlian guru  (https://www.aitsl.edu.au/about-aitsl).

Sedangkan di Indonesia, terdapat berbagai program guna meningkatkan profesionalisme guru yaitu dengan mengikuti program PPG, sertifikasi, MGMP, seminar-seminar serta diklat maupun juga melanjutkan studinya.

Dari upaya-upaya diatas yang dilakukan oleh negara Indonesia dan Australia kurang lebihnya hampir sama, namun dalam hal persiapan lebih tertata di Australia dibandingkan di Indonesia, misalnya yaitu dalam melaksanakan pendidikan dan pelatihan dalam mengembangkan profesionalisme guru sebaiknya dirancang sejak awal karir guru bukan dirancang secara mendadak agar persiapan yang dilakukan matang dan mencapai tingkat keberhasilan yang tinggi. [***]


Risqi Yuliati
Mahasiswa Asal Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang





Komentar Pembaca
Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 13:12:00

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 19:04:00

Konsolidasi Keamanan Jelang Lebaran

Konsolidasi Keamanan Jelang Lebaran

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 21:35:00