Kiprah Polisi Gondrong Musuh Bandit Jaman Old [1]

Liputan Khusus  MINGGU, 23 JUNI 2019 , 10:06:00 WIB | LAPORAN: IMAM RAHMAYADI

Kiprah Polisi Gondrong Musuh Bandit  Jaman Old [1]
RMOLJateng. Bercerita tentang kejahatan di kota Semarang, tentu tak lepas dari anggota reserse yang disegani di eranya. Sekarang, hampir semua mengenal Aiptu Janadi dan teamnya dari unit Resmob Polrestabes Semarang.

Pria bertubuh tinggi besar dengan ciri khas memakai topi ini kerap berseliweran di media cetak, online, TV dan medsos yang ada di kota Semarang, karena berhasil mengungkap dan menangkap pelaku kejahatan.

Namun ada juga Polisi gondrong lainya di era tahun 1980 - 2001 yang disegani dan ditakuti pelaku kejahatan, baik penjahat luar daerah maupun lokal Semarangan.

Masyarakat Semarang tentu masih ingat kiprah AKP Faizal Isa, yang saat ini menjabat sebagai Kanit Intel Polsek Tugu Polrestabes Semarang.

"Saya masuk bintara pada tahun 1986, dari Polres Kendal dan memulai karier di Poltabes Semarang ditempatkan di unit Kriminal Umum (Krimum)," ungkap Faizal mengawali obrolan kepada RMOLJateng.

Faizal mengawali cerita dengan membandingkan kondisi tahun 1980 an dimana mengungkap sebuah kasus harus penuh keuletan, sabar dan menggunakan kekuatan feeling serta "indra ke enam" dalam penyelidikan dan penyidikan.

"Jamanya masih jadul, butuh ketelitian dan fokus pada penyelidikan, dilapangan berhari-hari untuk memantau perkembangan pelaku melalui berbagai cara," imbuhnya.

Pada tahun 1980 - 2002 ada beberapa kasus yang menjadi kenangan sendiri dalan perjalanan karirnya. Kasus perampokan atau dikenal dengan istilah buntut lima dan Siangan (spesialis rumah kosong) sempat merajalela dengan pelaku utama Arnold Batak yang beranggotakan 27 orang.

"Arnold ini sasaranya rumah dikawasan Candi. Mereka saat itu memilih rumah yang ada kaca dan bertuliskan kaligrafi cina  di atas pintu utama. Setelah beberapa kali kejadian ternyata pemilik rumah rata-rata mempunyai harta benda yang melimpah," ungkap Faizal menerawang jauh ke masa lalu.

Arnold akhirnya tertangkap dan ditembak kakinya oleh Faizal yang saat itu berpangkat Sertu (Briptu-Red). Selain menangkap dan menembak  Arnold, Faizal dan team juga menangkap penunjuk jalan atau tukang gambar bernama Narto Doglong yang dihadiahi 12 tembakan di kedua kakinya.

"Saat itu saya sempat diancam oleh anggota keluarganya, katanya mau dibunuh, itu sudah resiko saya," ucapnya.

Kasus yang tak kalah menggemparkan adalah kasus pembunuhan di kawasan jalan Borobudur Semarang Barat. Saat itu Sri Mastuti yang selama bertahun-tahun dicari keluarganya ternyata dibunuh oleh suaminya sendiri dan dipendam dibawah meja makan rumahnya.

"Butuh penyelidikan yang melelahkan dari kepolisian. Saat itu suaminya bersikukuh kalau istrinya pamit pergi ke luar kota, tapi tidak tahu kemana. Namun berkat kegigihan penyidik akhirnya suami korban mengaku telah membunuhnya," terang Faizal.

Faizal juga ingat betul bagaimana tersangka ini mau melakukan percobaan bunuh diri menggunakan sangkur, saat diantar ke rumah orang tuanya untuk meminta maaf.

"Dia pegang Sangkur, saya kira mau menyerang petugas, ternyata sangkur itu ditancapkan ke tubuhnya. Langsung saya tubruk dan hanya mengenai pinggir perut," bebernya.

Sementara Faizal juga bercerita awal menjadi serse dan berhasil mengungkap kasus untuk kali pertama berupa pencurian dengan kekerasan menyebabkan korban meninggal dunia pada tahun 1989.

Saat itu pelaku meminta paksa uang  pada sepasang kekasih di lokasi pembangunan perumahan Semarang Indah.

"Pelaku memakasa meminta uang kepada orang pacaran, sudah dikasih minta lagi, korban menolak langsung ditusuk. Pelaku tiga orang diantaranya yang masih saya ingat namanya Maryono alias Gembur yang tinggalnya tak jauh dari TKP. Ketiganya kita tangkap di atas kapal nelayan Pekalongan," ujarnya.

Tidak itu saja Faizal dan team berhasil menangkap pelaku perampokan Bank Jaya Capem Citraland  Simpang 5  yang diotaki oleh kelompok Rudi Ambon cs dan kelompok Arek cs. Dalam penangkapan ini Rudi Ambon ditembak mati karena memang sudah menjadi target operasi. [jie]





Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00