Sebelum Ditutup, Penghuni Sunan Kuning Bakal Diberi Pelatihan

Nusantara  KAMIS, 20 JUNI 2019 , 14:06:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Sebelum Ditutup, Penghuni Sunan Kuning Bakal Diberi Pelatihan
RMOLJateng. Pemkot Semarang akan memberikan pelatihan khusus kepada penghuni Lokalisasi Sunan Kuning sebelum resmi ditutup. Hal ini untuk memberikan keterampilan para penghuni setelah keluar dari lokalisasi Sunan Kuning.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menanggapi pro kontra penutupan lokalisasi yang ada di wilayah  Semarang Barat.

"Sunan Kuning atau Lokalisasi di Semarang ini sudah sangat lama beroperasi. Saat ini sudah saatnya kita mulai memperhatikan terkait kesehatan, ketertiban dan etika dalam mencari nafkah untuk keluarga,” ujar Hendi, panggilan akrabnya kepada RMOLJateng, Kamis (20/6/2019).

Pendapat yang mengatakan penutupan Sunan Kuning akan menghilangkan rejeki atau kaitannya dengan perut, menurut Hendi, alasan mencari nafkah dengan prostiusti sudah tidak lazim lagi.

"Sekarang bagaimana kita memberikan pemahaman kepada para penghuni (PSK.red) untuk memberikan nafkah yang baik.  Untuk itu, sebelum realisasi penutupan, para penghuni akan diberi pelatihan supaya mereka memiliki  keterampilan untuk dikembangkan setelah keluar dari Sunan Kuning,” tambahnya.

Lebih lanjut politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, pihaknya juga akan memberikan permodalan masing-masing penghuni sebesar Rp 5 juta.

"Setelah mereka dilatih keterampilan, kemudian kita berikan modal untuk mengembangkan keterampilannya setelah keluar dari Sunan Kuning,” tandasnya.

Hendi menandaskan, penutupan Sunan Kuning bukan karena faktor politik atau pun sentimentil, melainkan memang ada edaran dari Kementerian Sosial bahwa tahun 2019 semua lokalisasi di Indonesia harus ditutup.

"Jadi kami coba jalan cepat, Sunan Kuning harus segera ditutup. Setelah itu kita memiliki PR besar, setelah mereka keluar, dikasih permodalan dan lain-lain tapi kalau tempatnya tidak dijamah oleh pemerintah maka mereka akan kembali lagi. Jadi sangat diharapkan peran serta masyarakat,” tambahnya.

Mau jadikan apa setelah penutupan ? Hendi menegaskan, setelah dilakukan pengecekkan, ternyata tanah di Sunan Kuning milik masyarakat, maka itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi aturan yang berlaku.

"Disana ada usaha karaoke,  restauran dan lain-lain. Kita harus kaji lagi apakah di sana wilayah permukiman apa jasa niaga ? usaha-usaha disana sesuai ketentuan apa tidak, kalau tidak sesuai aturan ya akan kita tertibkan,” tandasnya.

Prinsipnya warga boleh membuka usaha di sana tapi tapi harus sesuai ketentuan, harus berijin, justru dengan banyaknya usaha,  akan menambah pendapatan daerah karena ada pajak hiburan, restauran.

"Lokasi harus sesuai peruntukkannya, kalau permukiman ya harus sesuai dengan infrastruktur yang menunjang, misal untuk anak-anak kecil bermain dan mengembangkan bakatnya seperti adanya taman dan untuk orang-orang dewasa, anak usia sekolah mudah mendapakan sekolah disana. Jadi kita bisa mempersiapkan generasi yang bagus, jangan terus dipertontonkan yang tabu,” pungkas Hendi. [jie]

 



Komentar Pembaca
Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 14:25:41

Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Gunungpati Semarang
Walikota Medan Terjaring OTT KPK

Walikota Medan Terjaring OTT KPK

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 11:36:34

Ngopi Bareng bersama Kapolda Jateng Dan Pangdam IV/ Diponegoro
Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

Pasar Tunjang Karang Moncol Terbakar

SABTU, 24 AGUSTUS 2019 , 23:04:00

Menolak RUUPKS Di Semarang

Menolak RUUPKS Di Semarang

SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 , 11:52:00