Kunker Pejabat Purworejo Ke Eropa Habiskan Ratusan Juta Rupiah

Pemerintahan  SELASA, 18 JUNI 2019 , 16:27:00 WIB | LAPORAN: MARNIE UTAMINING

Kunker Pejabat Purworejo Ke Eropa Habiskan Ratusan Juta Rupiah
RMOLJateng. Beberapa pejabat eksekutif dan legislatif Kabupaten Purworejo kembali melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

Kali ini mereka memilih negara-negara Eropa sebagai tujuan.

Dari undangan yang dikirimkan kepada Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, kunjungan ke Eropa, tepatnya ke Belanda dan Swedia tersebut merupakan undangan dari Pemerintah Kota Stockolhm.

Kelima pejabat yang berangkat adalah Bupati  Agus Bastian, Ketua DPRD Luhur Pambudi, Sekda Said Romadhon, Ketua Bappeda Pram Prasetyo Adi dan Kepala Dinas Pariwisata Agung Wibowo AP.

Mereka berada di Swedia dan Belanda sejak 16 Juni selama seminggu.

Banyak pihak yang mempertanyakan tujuan dari kunjungan tersebut. Terlebih biaya yang dihabiskan mencapai ratusan juta rupiah.

Dari data yang kami peroleh, anggaran untuk Bupati dan Ketua DPRD masing-masing menghabiskan anggaran Rp180 juta.

Dengan perincian tiket pesawat eksekutif PP Rp90 juta, uang harian Rp6.945.000, uang hotel dan uang makan.

Ketiga pejabat lainnya Rp134 juta per orang. Rinciannya, uang pesawat kelas ekonomi PP Rp44 juta, uang harian Rp6.945.000, uang hotel dan uang makan.

Total kunjungan ke Swedia dan Belanda tersebut menghabiskan anggaran Rp762 juta.

Menanggapi hal ini, salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Purworejo, Yopi Prabowo mengatakan, dalam penganggaran sudah ada aturan dari Kementrian Keuangan yang diatur  oleh Peraturan Menteri (Permen).

Tahun 2019 ini, dalam anggaran yang ada di DPRD Jateng mencantumkan dua kali kunjungan ke LN.

Satu kali ke Swedia dan satu kali ke Vietnam. Biasanya anggaran kunjungan ini sesuai dengan anggaran dan tujuan kunker eksekutif.

Setiap kunjungan kerja, selalu dipertimbangkan berdasarkan kepentigan dan manfaatnya," terang Yopi Prabowo kepada wartawan di ruang pimpinan dewan.

Dilihat urgensinya, anggaran ratusan juta rupiah ini bisa dipergunakan untuk memperbaiki ratusan ruang kelas SD di Kabupaten Purworejo yang mengalami rusak berat dan masih menunggu anggaran.

"Sebenarnya, anggaran di dewan untuk ke luar negeri itu PP menggunakan kelas ekonomi. Namun tiba-tiba ada permintaan dari pihak eksekutif untuk menyesuaikan dengan bupati yang naik kelas eksekutif," jelas pimpinan dewan lain, Kelik Ardhani. [hen]

Komentar Pembaca
Dewan Pengawas KPK Jangan Jadi Boneka Kekuasaan

Dewan Pengawas KPK Jangan Jadi Boneka Kekuasaan

SELASA, 12 NOVEMBER 2019 , 20:09:14

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 , 17:50:00

Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

SABTU, 09 NOVEMBER 2019 , 22:30:00

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00