Trah Dinasti Mataram Gelar Silaturahmi

Nusantara  SENIN, 17 JUNI 2019 , 18:47:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Trah Dinasti Mataram Gelar Silaturahmi
RMOLJateng. Tradisi silaturahmi usai perayaan Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan oleh trah dinasti Mataram dari Kraton Kasunanan Surakarta sebagai ajang mempererat kembali kekerabatan dinasti trah Mataram. Ratusan anggota trah Mataram dengan menggunakan seragam batik terlihat hadir dalam acara tersebut.

Selain itu acara silaturahmi yang digelar di Ndalem Kayonan, Baluwarti, Solo ini sekaligus bangkitnya kembali semangat untuk upaya pelestarian kebudayaan yang mulai memudar dan menimbulkan keprihatinan tidak hanya dirasakan keluarga dinasti Mataram dan masyarakat luas.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari, biasa disapa Gusti Moeng, salah satu putri Raja Surakarta Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XII kepada awak media sampaikan silaturahmi ini sekaligus untuk memperingati ulang tahun ke 88 organisasi Putri Narpowandowo.

"Organisasi Putri Narpowandowo ini salah satu organisasi wanita tertua di Indonesia," jelas Gusti Moeng, Senin (17/6) sore.

Organisasi wanita Putri Narpowandowo berdiri pada tanggal 5 Juni 1931 di Surakarta Hadiningrat yang beranggotakan  para putri dan kerabat (wanita) Keraton Kasunanan Surakarta. Didirikan pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Paku Buwono ke-10.

Yayasan Putri Narpowandowo, lanjut Gusti Moeng  pada masanya juga mengikuti kongres perempuan pertama di Indonesia.

Sempat vakum hingga beberapa waktu lamanya organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan dan budaya ini kembali dihidupkan sekitar tahun 1995.

"Aktif di dunia belajar mengajar. Karena ada yayasannya yakni Pawiyatan Pamardi Siwi, dibawah organisasi Putri Narpowandowo," lanjutnya.

Perwakilan yayasan Putri Narpowandowo ini juga tersebar di berbagai daerah di luar kota Solo. Salah satunya ada di Jakarta. Bahkan sempat (anggotanya) sempat menjadi juara Kerawitan Se DKI Jakarta.

Tidak ketinggalan juga pusatnya Kraton Surakarta, Putri Narpowandowo juga meraih juara Karawitan putri Jawa Tengah.

"Karena Pakasa (paguyuban kawula Surakarta) mulai ngerembaka (berkembang) maka perempuannya mulai diajari organisasi yang dasarnya hanya untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan yang sumbernya dari kraton Surakarta," pungkasnya. [jie]







Komentar Pembaca
Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 13:12:00

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 19:04:00

Konsolidasi Keamanan Jelang Lebaran

Konsolidasi Keamanan Jelang Lebaran

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 21:35:00