Gagal Panen Dampak Kekeringan, Petani Terpaksa Lakukan Penen Padi Lebih Awal

Nusantara  SENIN, 17 JUNI 2019 , 18:33:00 WIB | LAPORAN: PRAMUDO WICAKSONO

Gagal Panen Dampak Kekeringan, Petani Terpaksa Lakukan Penen Padi Lebih Awal
RMOLJateng. Kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Semarang mengakibatkan 113,60 Hektar area lahan sawah tadah hujan di Desa Kawengan, Kecamatan Ungaran Timur mengalami gagal panen.

Kekeringan akibat minimnya curah hujan, mulai dirasakan oleh para petani di Dusun Gendurit, Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang sejak bulan Mei lalu.

Mulai kering itu, saat sudah jarang ada hujan, kira kira sejak bulan Mei lalu,” ungkap Asroni, salah satu petani Dusun Gendurit, Desa Kawengen, Senin (17/6).

Akibat dampak kekeringan menyebabkan petani mengalami kerugian, bahkan ia terpaksa harus memanen padi lebih awal, meski kondisinya belum layak untuk di panen.

Panen awal karena kekurangan air, ini sawah tadah hujan, padi ini aturan belum kering, namun ini sudah kering karena panas, jadi ini panennya itu terpaksa karena kekeringan, saat ini usia padi saat dipanen 2 bulan lebih sedikit, harusnya 100 hari, atau 3 bulan lebih 10 hari,” ujarnya.

Dampak gagal panen, akibat kekeringan, menyebabkan hasil panen petani mengalami penurunan hingga 75 persen, jika biasanya memanen hingga 800 Kilogram untuk satu petak sawah berukuran 2500 meter persegi, kini hanya bisa menghasilkan padi sepertiga saja.

Berhasil panen bagus, satu petak bisa 16 karung berisi 50 kilogram, saat di selep per karung jadinya 20 kiloan, ini dan kemarin panen baru 5 karung, nanti kalau di selep per karung paling jadinya 10 kilogram saja, ya ini karena gagal panen,” tandasnya.

Petani lain, Sundarti, mengatakan, gagal panen akibat kekeringan ini sudah terjadi dalam dua tahun belakangan, padi yang belum siap panen terpaksa di panen, meski banyak bulir padi yang belum berisi.

Ini dua tahun berulang ini, tahun kemarin juga gagal, terus sekarang juga gagal lagi, kemarin ya begini belum siap panen sudah ngak ada hujan, akibatnya banyak padi yang gabuk,” jelasnya.

Ia berharap Pemerintah dapat memberikan solusi, untuk mengatasi gagal panen akibat dampak kekeringan yang sudah terjadi dalam dua tahun ini.

Berdasarkan data dari Kantor Kepala Desa Kawengen, dampak kekeringan yang melanda area sawah tadah hujan dengan total cakupan luas hingga 113,60 Hektar. [jie]


 





Komentar Pembaca
Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 13:12:00

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 19:04:00

Konsolidasi Keamanan Jelang Lebaran

Konsolidasi Keamanan Jelang Lebaran

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 21:35:00