Rembugan dengan Kemenhub, Parade 105 Balon Udara Kota Pekalongan Tetap Berlangsung

Pariwisata  RABU, 12 JUNI 2019 , 10:23:00 WIB | LAPORAN: BAKTI BUWONO

Rembugan dengan Kemenhub, Parade 105 Balon Udara Kota Pekalongan Tetap Berlangsung
RMOLJateng. Ratusan balon warna warni memeriahkan Kota Pekalongan.

Bertempat di Stadion Hoegeng Pekalongan, Rabu (12/6), Java Balon Festival diikuti 105 peserta.

Selain menampilkan ciri khas Pekalongan dengan batik, ada yang membuat menarik. Balon udara yang diterbangkan hadir dengan berbagai model bahkan ada peserta yang sengaja membuat model bus.

"Ini ada destinasi wisata baru di Kota Pekalongan. Karena semua balonnya menarik, kreasinya bagus-bagus dengan ciri khas Pekalongan," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

Selain kreasi balon, yang membuat Ganjar terpukau pada Java Balon Festival adalah semangat dari warga.

Semua peserta mengenakan kostum-kostum yang unik, bahkan didukung pula dengan supporter yang tidak kalah menarik.

"Ini bisa dijadikan contoh bagi daerah lain yang punya tradisi syawalan serupa. Di Wonosobo juga ada tradisi seperti ini. Nah jika semua tempat melakukan tradisi dengan kreasi seperti ini akan mampu memajukan wilayahnya," katanya.

Acara tersebut merupakan hasil rembugan antara Ganjar dengan Menteri Perhubungan.

Ada dua sisi dilematis ketika menjelang perayaan syawalan, khususnya di Kota Pekalongan dan di Wonosobo.

Karena di dua daerah tersebut punya tradisi menerbangkan balon, bahkan ada balon terbang yang sengaja diberi petasan untuk menarik perhatian.

"Di satu sisi penerbangan balon itu ssbagai tradisi, namun di sisi lain balon yang terbang itu membahayakan penerbangan. Bahkan petasan yang ditaruh itu juga membahayakan. Karena pernah ada kejadian petasannya menggunakan gas tabung, membahayakan yang di bawah bahkan pernah menimbulkan kebakaran," katanya.

Dirut AirNav, Novie Riyanto Rahardjo mengatakan, kompromi yang dilakukan akhirnya balon tetap diterbangkan namun tidak diliarkan, tetap ditambat di tanah.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018 tantang penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat.

"Oleh karena, kami memfasilitasi masyarakat Pekalongan dengan menggelar Festival Balon tambat (tali). Tradisi tetap berjalan namun penerbangan tetap aman," katanya.

Pada tahun awal dilaksanakan festival tersebut pada tahun lalu, gaung balon tambat memang belum moncer dan menarik minat masyarakat. Untuk itu AirNav memutuskan untuk memberi stimulan. Jajaran pemerintah dilibatkan, hadiah disiapkan dan masyarakat dikumpulkan.

"Pada festival akan menyediakan hadiah Rp70 juta, paket umrah, tiket pesawat, dan beragam doorprize," katanya. [hen]

Komentar Pembaca
MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

KAMIS, 16 MEI 2019 , 18:03:00

Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

Salat Jenazah Ustad Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 13:12:00

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

Kiriman Bunga untuk KPU Jateng

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 19:04:00