Tiga Tahun Pailit, Begini Nasib Karyawan Nyonya Meneer

Hukrim  SELASA, 11 JUNI 2019 , 22:00:00 WIB | LAPORAN: BAKTI BUWONO

Tiga Tahun Pailit, Begini Nasib Karyawan Nyonya Meneer
RMOLJateng. Joko Prasetyo (46), warga Pandansari RT 5/RW 8, masih menyimpan slip-slip gajinya ketika bekerja di pabrik jamu legendaris Nyonya Meneer.

Di rumahnya, ia menunjukkan slip gaji terakhirnya pada Mei 2016. Setahun kemudian, Nyonya Meneer pailit.

"Sepanjang 2016 itu pun gaji tidak full. Saya gajian mingguan. Tapi kadang sudah kerja sebulan hanya dibayar seminggu," kenangnya.

Sejak pabriknya pailit, hingg kini, Joko bersama ratusan mantan pekerja Nyonya Meneer belum mendapatkan haknya.

Gaji ataupun pesangon belum diterimanya dan ia mengakui pada Lebaran lalu banyak yang berharap.

"Banyak yang telepon saya pas puasa, apakah sudah ada kabar? Saya jawab belum," tuturnya.

Keresahan mantan pegaaai Nyonya Meneer itu dipicu oleh beredarnya lowongan kerja PT Nyonya Meneer di media sosial.

Beberapa mantan karyawan, kaget mendapat kabar itu. Bahkan, beberapa di antaranya mengecek nomor kontak di info lowongan itu.

"Setelah dicek, kok yang nerima dari pihak sana kok membenarkan. Padahal hak-hak karyawan belum dibayarkan kok ngrekut lagi," ujarnya.

Tidak hanya itu, Joko juga mendengar aset terakhir Nyonya Meneer yaitu 72 merek dagang laku terjual Rp 10,25 miliar.

Info itu didapatkanya dari pengacaranya.

"Untuk diketahui, karyawan Nyonya Meneer terpecah jadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok punya pengacara tersendiri. Kelompok saya engacaranya bu Yeti, lainnya kami sebut kelompok kaligawe dan kelompok terboyo," ujarnya.

Ia langsung menggelengkan kepala dan menjelaskan tahu kalau nilai segitu tidak cukup menutup tanggungan seribua mantan karyawan.

Kelompoknya saja, yang terdiri atas 83 pegawai mengajukan tunggakan gaji sebesar Rp 10 juta per orang.  Belum termasuk pesangon.

Kelompok lain punya anggota lebih banyak hingga ratusan orang.

Joko berharap tunggakan gajinya bisa diselesaikan. Sebab, banyak pegawai Nyonya Meneer yang kehidupan ekonominya hancur setelah pabrik pailit.

"Ada yang stroke, saya sendiri sekarang kerjanya cari barang bekas untuk menghidupi keluarga saya," tuturnya. [jie]





Komentar Pembaca
Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00