Cerita Mengikuti Shalat Idul Fitri Di Kansai Jepang

Opini  JUM'AT, 07 JUNI 2019 , 13:28:00 WIB

Cerita Mengikuti Shalat Idul Fitri Di Kansai Jepang
Mendapat hadiah liburan ke beberapa kota di Jepang merupakan hal yang paling menyenangkan bagi saya. Akan tetapi liburan kali ini kami mendapat tantangan dengan melaksanakannya di penghujung akhir bulan Ramadhan dan kami harus tetap menjalankan ibadah puasa serta ibadah lainnya di bulan Ramadhan.

Alhamdulillah saya dapat menjalankannya dengan baik karena saya telah niatkan semenjak awal serta menjaga kesehatan.

Waktu berpuasa di Jepang lebih lama dari waktu berpuasa di Indonesia. Terakhir makan sahur saat masuk waktu Shalat Subuh sekitar pukul 03.00 dinihari dan berbuka di pukul 19.00 saat masuk waktu Shalat Magrib.

Tanpa makan dan minum saat puasa selama 16 jam dan mengunjungi beberapa kota di Jepang seperti Osaka, Kyoto, Nara, dan Kobe dengan jalan kaki atau naik turun kereta sambil menikmati keindahan alam hasil ciptaan Allah, alhamdulillah menjadikan liburan kali ini sungguh berbeda.

Aroma makanan dan panasnya sengatan matahari karena sudah masuk musim panas, tidak mengurangi semangat saya dalam menjalankan ibadah puasa di negara matahari terbit ini.

Menjalankan Shalat Zuhur dan Asar di tengah-tengah perjalanan menjadi kegiatan yang mengasikkan karena harus berkali-kali memastikan lokasi masjid atau ruang shalat di google maps.

Pada akhirnya dengan mudah lokasi Osaka Masjid, Kyoto Masjid, dan Kobe Muslim Mosque ditemukan.

Mendapatkan makanan halal saat berbuka di Osaka tidak menjadi kendala, semua informasi lokasi makanan halal di sekitar Dotonbori dan Shinsaibashi tersedia di Google.

Sama seperti di Indonesia, Shalat Idul Fitri di Jepang dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2019. Untuk kegiatan di tahun 1440 H, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang berada di Osaka Jepang menyelanggarakan shalat Idul Fitri bersama seluruh warga muslim Indonesia Kansai Jepang di Sakai City Industrial Promotion Center Building. Sakai city berlokasi di sisi sebelah Selatan prefecture Osaka.

Untuk mengakses lokasi tersebut tersedia subway Midosuji line atau Nakai Koya line dengan pemberhentian terakhir di stasiun Nakamozu.

Pagi sekitar jam 07.00 mengenakan pakaian terbaik kami, saya beserta ayah, ibu dan adik meninggalkan apartement di sekitar Nipponbashi menuju Sakai City dengan menggunakan subway Midosuji line dari stasiun Namba.

Sebagaimana telah disunahkan selama perjalanan dalam hati saya kumandangkan takbir memuji Allah swt. Setelah melalui 11 stasiun, akhirnya kami tiba di stasiun terakhir dari subway Midosuji line di stasiun Nakamozu.

Saat keluar dari kereta tampak terlihat beberapa group warga Muslim Indonesia yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, pekerja, atau turis seperti saya menuju lokasi Industrial Promotion Center Building.

Bagi pelajar, mahasiswa, atau pekerja Indonesia di Kansai Jepang pada umumnya mereka mengambil cuti selama satu hari sehingga mereka dapat menjalan ibadah Shalat IED dan bersilaturahmi dengan warga muslim Indonesia lainnya.

Sesuai aturan di Jepang, pihak manajemen gedung baru membuka gedung bagi panitia Idul Fitri KJRI Osaka untuk mempersiapkan pelaksanaan Shalat IED pada pukul 08.00.

Dengan sigap dan penuh semangat panitia mempersiapkan tempat wudhu baik untuk jamaah pria maupun wanita serta shaf shalat. Persiapan selesai sekitar pukul 09.30 dan jamaah diperbolehkan untuk mengambil wudhu serta memasuki lokasi shalat.

Sekitar 1200 jamaah hadir turut serta dalam ibadah Shalat IED, sehingga menjadi "PR" tersendiri bagi panitia dalam mengatur agar semua jamaah mendapat tempat untuk shalat dengan lokasi yang terbatas.

Rangkaian kegiatan Shalat IED dimulai sekitar pukul 09.45 dengan diawali sambutan dari Bapak Mirza Nurhidayat selaku Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka Jepang.

Beliau menyampaikan pelaksanaan shalat Idul Fitri merupakan acara tahunan dari KJRI Osaka dan bertujuan untuk memberikan tempat bagi warga muslim Indonesia di Kansai untuk beribadah shalat IED bersama dan menjaga silaturahmi antara warga.

Shalat IED dipimpin oleh imam Ustadz Herizal Adhardi. Beliau merupakan pimpinan proyek pembangunan Masjid Istiqlal Osaka.

Sebelum pelaksanaan shalat IED beliau menyampaikan agar para warga muslim Indonesia yang berada di tanah rantau terlibat dalam proyek ini dengan menyisihkan sebagian hartanya dalam bentuk infak yang akan menjadi amal jariah bekal kehidupan di akhirat.

Khutbah setelah shalat disampaikan oleh Ustadz Yayar Abu Atqiya. Beliau menyampaikan pentingnya kita selalu istiqamah dan menjaga ketaqwaan kapadia Allah swt.

Untuk mengurangi rasa kangen warga rantau dengan tanah air, panitia telah menyiapkan makanan Indonesia.

Sebelum memasuki ruang shalat panitia memberikan kupon paket makanan Indonesia yang dapat ditukarkan dan dinikmati oleh jamaah muslim yang hadir.

Aliya Fahmara
kelas 9E SMP Labschool Kebayoran, Jalan KH.Ahmad Dahlan, Kebayoran Baru Jakarta Selatan





Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

Pameran Dirgantara Penerbad Semarang

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 10:58:00

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

Kirab Budaya Lereng Gunung Prau Temanggung

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 , 13:30:00

Aktifitas Petani Tembakau

Aktifitas Petani Tembakau

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 07:44:00